Apakah Hadits Nabi, ‘Makhluk Yang Pertama Kali Diciptakan Allah Adalah Nur Muhammad’ Itu Shahih

Para ahli hadits mengatakan bahwa ini termasuk hadits yang mungkar (tertolak). Banyak ulama yang mengatakan kepalsuan hadits ini. Imam al ‘allamah Abdulloh bin Siddiq al-Ghumari mengatakan, “imam al-Hafidz as-Suyuti mengatakan di dalam kitab al-khawi fil fatwa, bahwa hadits ini tidak memiliki sanad yang dapat dijadikan sebagai sandaran, dan dapat dipastikan bahwa ini adalah hadits palsu (diambil dari kitab mursyidul khair libayaani wadh’i haditsi jabir).

Ulama lain yang mengatakan kepalsuan hadits ini adalah al-Hafidz as-Soghoni dan al-Hafidz al-‘Ajluni (kasyful khofaa’).

Makna hadits ini mungkin benar, karena Muhammad itu adalah nur (cahaya) yang pertama diciptakan dari beberapa cahaya yang ada. Namun apabila dikatakan yang pertama kali secara mutlak, maka tidak boleh. Karena sesuatu yang pertama kali Allah ciptakan adalah qalam (pena) atau ’arys menurut pendapat yang lain. Tetapi mayoritas ulama mengatakan bahwa yang pertama adalah pena.

Imam al-’Ajluni mengatakan bahwa awal cahaya yang diciptakan adalah cahaya Muhammad. Di dalam kitab ahkaam ibnu qotthon sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Marzuq, dari Ali bin Husain, dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya nabi Muhammad SAW bersabda, kuntu nuron baina yaday robbi qobla kholqi aadam biarba’ati ‘asyaro alfi ‘aamin (aku adalah cahaya yang berada di sisi Allah selama 14.000 tahun sebelum nabi Adam diciptakan) (Kasyful khafa’).

Al-‘allamah Imam ad-Dardiri al-Maliki mengatakan mengenai makna hadits ini, bahwa nur (cahaya) Muhammad adalah sumber dari cahaya-cahaya dan asal dari jasad-jasad -sebagaimana yang nabi katakan kepada sahabat Jabir.

Nabi bersabda, awwalu ma kholaqallohu nuru nabiyyika (pertama kali yang Allah ciptakan adalah nur (cahaya) nabimu) (As-Syarkhus Shaghiir).

Alam Allah itu sangatlah banyak. Diantaranya sda ‘alamul mulki (alam yang tampak oleh panca indra), ada alam malakuut (alam ghoib), alam ruh, alam jin, alam malaikat, dan anwaar (cahaya-cahaya), dll. Tidak ada larangan di dalam agama untuk mengatakan bahwa nabi adalah nur (cahaya) yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT. Lalu cahaya Muhammad ini memancarkankan sinarnya merata sampai keseluruh umat manusia.

Meskipun benar dari segi makna, namun hadits di atas tetaplah hadits palsu. Tidak boleh hukumnya menyandarkan hadits ini kepada nabi Muhammad SAW. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-bayan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: