Siapakah Wali-Wali Allah?

Seharusnya Allahlah yang menjadi tujuan hidup manusia, namun banyaknya godaan telah membelokkan mereka dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang tergoda dengan uang, akan menjadikan uang sebagai tujuan hidupnya. Manusia yang terperdaya dengan jabatan, akan menjadikan jabatan sebagai cita-citanya. Manusia yang terlena dengan kehormatan akan menjadikan kehormatan sebagai harapan besarnya. Dan manusia yang tergiur dengan kecantikan wanita, akan menjadikan wanita sebagai kesenangannya.

Orang yang berbelok arah dari tujuan aslinya tidak akan sampai pada tujuannya. Selama Allah belum memberikan hidayah-Nya maka ia akan terus tersesat di atas jalan yang ditempuhnya. Ia terus bermain-main dengan godaan yang telah menguasai jiwanya. Ia benar-benar lupa dengan tujuan yang seharusnya mereka cari. Mereka tenggelam di dalam lupa kepada Allah SWT.

Jika Allah berkenan memberinya hidayah maka ia akan mendapatkan hidayah lalu tersadar dengan kesesatannya. Ia akan kembali pada tujuan hakikinya yaitu berjalan menuju Allah SWT. Berjalan menuju Allah pada awalnya dimulai dengan taubat dari segala dosa yang telah dilakukannya. Kemudian ia segera mengganti kehidupannya yang kotor dengan perbuatan-perbuatan yang suci. Ia mulai gemar melaksanakan shalat, puasa, sedekah, dan amal-amal dzohir lainnya.

Ia terus istiqamah mengerjakan ajaran-ajaran syariat islam hingga Allah menaikkan derajatnya ke maqam yang lebih tinggi. Ia mulai bertarikat untuk mengenal siapa Allah. Ia mentauhidkan Allah dengan sebenar-benarnya. Ia menjadi tahu bahwa alam ini diciptakan Allah dan terus-menerus dijaga oleh-Nya. Jika Allah melepaskan penjagaan-Nya maka alam ini pasti akan hancur. Ia menyadari bahwa segala sesuatu yang ada menjadi ada karena keberadaan Allah. Semuanya bergantung kepada daya dan kekuatan Allah SWT. Tiada daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan Allah SWT.

Setelah mengetahui tarikat kemudian ia menjalani laku hakikat. Ia mulai membersihkan hatinya dari berbagai macam penyakit hati. Ia membuang sifat sombong, riya’, merendahkan orang lain, berburuk sangka, berghibah, dll, hingga hatinya suci. Hati yang suci akan menerima cahaya ilahi. Dengan cahaya ilahi mata hatinya akan melihat segala sesuatu yang semula tidak tampak. Ia bisa melihat Allah di dalam segala sesuatu. Ketika memandang alam ia pasti memandang Pencipta Alam. Ia selalu melakukan sesuatu dari Allah, dengan Allah, dan untuk Allah.

Allah telah memilih manusia-manusia khusus yang pantas untuk menjadi wali-Nya. Sebagaimana ia memilih nabi-Nya dengan kehendak-Nya, Ia juga memilih wali-wali-Nya dengan kehendak-Nya. Sungguh beruntung orang-orang yang dipilih menjadi kekasih-Nya.

Allah berfirman,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 62)

Orang-orang yang telah diangkat menjadi Wali Allah akan dilimpahi berbagai macam anugerah, kemuliaan, hikmah, ilmu, dll. Ia tidak merasakan takut kecuali hanya kepada Allah, tidak berharap kecuali hanya kepada Allah, dan tidak bergantung kecuali hanya kepada Allah. Kegembiraannya adalah ketika berada dekat dengan Allah.

Dari dalam hatinya akan keluar ilmu-ilmu dan hikmah yang bisa didengar dari mulut mereka. Jari-jari mereka menulis kitab-kitab yang sangat bermanfaat bagi para murid dan pecintanya. Ia adalah pewaris para nabi yang senantiasa mengajak umat manusia untuk berjalan menuju Allah. Ia laksana matahari yang menyinari kegelapan. Melalui wali Allah, kebenaran akan tersingkap sehingga orang-orang mendekatinya, dan keburukan akan menampakkan sifat aslinya sehingga orang-orang akan menjauhinya.

Melalui Wali Allah banyak orang yang akan mendapatkan hidayah Allah. Sungguh adanya Wali Allah di tengah-tengah kita adalah anugerah Allah yang sangat agung yang harus disyukuri.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dipertemukan dengan Wali-Wali Allah dan mendapatkan keberkahan mereka, Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: