Mereka Yang Saling Bermusuhan Pasti Bukan Mukmin, Karena Mukmin Itu Bersaudara

Mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah dan semua yang berasal dari-Nya. Rasul adalah utusan yang didatangkan oleh Allah untuk berdakwah kepada umat manusia, maka orang mukmin mempercayainya. Kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul juga datang dari Allah, maka mukmin mempercayainya. Dan berita apapun yang disampaikan Al-Qur’an pasti orang mukmin mempercayainya.

Orang mukmin akan percaya segala hal yang dikatakan oleh Al-Qur’an tentang malaikat, iblis, jin, kisah-kisah para nabi terdahulu, siksa kubur, hari perhitungan amal, mizan, telaga kautsar, surga, neraka, dll. Dan segala yang diperintahkan oleh Al-Qur’an pasti orang mukmin akan segera melaksanakannya sesuai dengan kemampuannya, karena perintah Al-Qur’an pada hakikatnya adalah perintah Allah SWT yang harus dipatuhi oleh setiap hamba.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah. (QS. An-Nisa’:59)

Dan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an, orang mukmin pasti akan menjauhinya karena larangan itu memang datang dari Allah. Larangan-laranan itu adalah aturan Allah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.

Alla berfirman,

وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah: 229).

Hampir tidak ada seorang pun dari umat muslim di dunia ini yang tidak percaya Al-Qur’an. Semuanya meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci mereka. Kitab suci yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril AS. Mereka juga mendengar ayat Al-Qur’an yang berbunyi,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujarat: 10).

Mukmin adalah saudara. Selayaknya saudara akan mengasihi saudaranya yang lain. Saudara akan merasa senang jika saudaranya senanag, dan susah jika ia merasa susah. Mereka akan menghibur ketika saudaranya bersedih, membantu ketika mengalami kesulitan, dan melapangkan ketika mengalami kesempitan. Mereka bagaikan sebuah bangunan kokoh yang saling menguatkan.

الْمُؤمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضَا

Seorang mukmin satu dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. (HR. Bukhari).

Namun sayang, perintah Allah dan Rasulullah itu tidak dilaksanakan oleh mereka yang mengaku mukmin. Setiap hari mereka malah menebarkan api permusuhan. Mereka tidak melakukan hal-hal yang membuat persaudaraan mereka menjadi kuat. Sebaliknya, mereka seakan telah ditanam benih kebencian di dalam hatinya lalu tumbuh menjadi dendam kesumat yang tega berbuat apa saja kepada muslim lainnya.

Perbedaan kecil di dalam masalah cabang agama bisa membuat mereka saling caci dan saling hina. Bahkan ada sebagian mereka yang tega membunuh saudaranya sesama muslim. Mereka saling hina atas dasar fanatisme kebenaran yang mereka yakini.

Mereka anggap salah semua orang yang tidak sesuai denagn madzhab dan pemikirannya. Mereka tega mengatakan ‘ya kaafir’ kepada pihak lain yang tanpa sadar ucapannya itu justru akan kembali kepada dirinya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَالَ لأِخِيْهِ يَا كَافِر، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا

Siapa yang mengataka kepada saudaranya ‘ya kafir’, maka salah satu diantara keduanya benar-benar kafir. (HR. Bukhari, Muslim)

Pada hakikatnya kafir dan iman adalah urusan hati, dan hanya Allahlah yang lebih mengetahui urusan hati. Oleh karena itu hendaknya seorang muslim tidak menuduh saudaranya dengan kafir, munafiq, ahli bid’ah, zindik, dan sebutan-sebutan menyakitkan lainnya.

Apa yang menyebabkan kebencian begitu menguasai hati orang-orang muslim pada muslim lainnya. Semua itu tidak lain karena hati yang masih dikuasai nafsu amarah. Belum hilang penyakit-penyakit hati yang telah lama menjakit mereka. Mereka membutuhkan guru dan cara-cara untuk membeningkan kalbu melalui lisan-lisan para ulama, pewaris para nabi yang telah mendapatkan nur cahaya ilahi.

Mari kita berdo’a agar Allah membuka hati saudara-saudara kita yang masih bermusuhan, agar mereka segera bersatu untuk menegakkan kalimat Allah di bumi, sehingga alam akan menjadi aman, tentram, dan damai. Amiin Ya Rabbal Aalimiin

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: