Setiap Orang Ingin Menjadi Kaya, Tapi Tidak Semua Orang Kaya Itu Kaya

Setiap orang ingin menjadi kaya. Memiliki rumah mewah, mobil bagus, dan harta yang melimpah. Apa yang diinginkan oleh orang kaya selalu terpenuhi, makan enak di restoran, tidur nyaman di hotel berbintang, atau pergi ke tempat-tempat yanng indah di seluruh penjuru dunia. Orang kaya juga bebas menyuruh orang lain apa saja karena ia memiliki uang yang banyak untuk membayarnya, ia akan menguasai orang-orang yang tidak punya. Dan dengan kemewahannya, masyarakat akan menghormatinya. Sungguh enak hidup menjadi orang kaya.

Setiap orang ingin menjadi kaya karena orang kaya akan mudah memenuhi hawa nafsunya. Apa yang diinginkan oleh hawa nafsu bisa segera terlaksana. Hawa nafsu yang berada di dalam badan orang-orang kaya akan merasa gembira, karena ia selalu merasa kenyang. Apa yang ingin dirasakan oleh nafsu selalu tersedia, apa yang ingin dilihat oleh nafsu selalu ada, apa yang ingin didengar oleh nafsu selalu menanti.

Kekayaan adalah bagian dari kenikmatan yang harus disyukuri. Mensyukuri nikmat Allah adalah salah satu cara untuk menolak kehendak hawa nafsu. Hawa nafsu selalu mengajak pemiliknya untuk melupakan Allah dengan kekayaan itu. Nafsu akan mengajak orang kaya menjadi sombong, berbanga diri, merasa berkuasa, mudah menghina dan meremehkan orang lain.

Oleh karena itu, nafsu harus senantiasa ditundukkan agar ia mau menuruti kehendak akal dan hati. Kekayaan yang terkuasai oleh akal dan hati akan tersalur pada hal-hal yang baik. Ia akan menjadi sedekah untuk fakir miskin, pembangunan rumah sakit, madrasah, masjid, dll. Sungguh dakwah islam sangat membutuhkan kekayaan orang-orang mukmin yang dermawan.

Kekayaan yang disalurkan untuk amal shaleh itulah sebenar-benar kekayaan. Kekayaan bukanlah harta yang ia kumpulkan lalu ia simpan, tetapi kekayaan adalah apa yang ia berikan kepada orang-orang yang membutuhkan karena mengharapkan ridha Allah. Orang yang benar-benar kaya sama sekali tidak merasa khawatir dengan harta yang dikeluarkannya. Ia menyadari bahwa hartanya pada hakikatnya bukanlah hartanya, tetapi ia milik Allah yang dititipkan kepadanya dan harus disalurkan kepada yang membutuhkan.

Orang yang sebenar-benar kaya telah meyakini bahawa Allah adalah Dzat yang Maha Kaya. Ia yakin dengan janji Allah bahwa Allah akan mengganti harta yang disedekahkan dengan balasan yang berlipat ganda -jika tidak di dunia tentu di akhirat-.

Allah berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261)

Allah telah menyidakan tempat yanng sangat indah, surga yang abadi bagi orang-orang muslim yang dermawan.

Harta terus mengalir kepadanya, ia juga terus menyedekahkan harta itu kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu ia telah mendapatkan kekayaan yang sebenarnya. Apabila ia meninggal dalam kondisi seperti itu maka ia akan meninggal dengan khusnul khatimah.

Namun, orang yang kaya tidak harus kaya. Orang miskin pun berhak menjadi kaya.

Rasulullah SAW bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرْضِ، وَلَكِنْ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kaya bukanlah banyaknya harta, tetapi kaya adalah kaya hati. (HR. Bukhari).

Orang miskin yang hatinya bersabar benar-benar orang yang kaya. Jika orang kaya bisa menjadi kaya karena kekayaannya, maka orang miskin juga bisa menjadi kaya karena kesabarannya, ketawadhuannya, kerendahan hatinya, dzikir, doa, dan shalawatnya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dikayakan Allah SWT. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: