Ikhlas Hanya Mengharap Ridha Allah

Ibadah kepada Allah mengharuskan seorang muslim untuk ikhlas.

Allah berfirman,

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan ikhlas. (QS. Az-Zumar: 11).

Ibadah yang tidak ikhlas karena Allah akan sia-sia, karena Allah tidak akan menerima amal ibadah yang bukan karena Allah.

Rasulullah SAW bersabda di dalam hadits qudsi,

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاء عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِيْ غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشركَهُ

Aku (Allah) paling anti dengan persekutuan. Barangsiapa yang beramal untuk-Ku dan untuk selain-Ku maka itu untuk Selain-Ku. (HR. Muslim).

Ikhlas adalah sesuatu yang harus diusahakan oleh setiap muslim. Karena ikhlas tidak didapat dengan hanya membalikkan telapak tangan, namun ikhlas butuh perjuangan yang panjang.

Hal yang membuat ikhlas sulit dilakukan adalah karena manusia masih dikuasai oleh hawa nafsu. Nafsu menginginkan pujian dari manusia atas shalat berjama’ah yang dilakukannya. Nafsu ingin dipanggil sebagai orang yang dermawan atas sedekah yang dikeluarkannya. Nafsu ingin terkenal setelah haji yang ditunaikannya.

Hawa nafsu yang begitu besar membutuhkan hati yang juga besar. Hati yang besar adalah hati yang terus-menerus berusaha memerangi hawa nafsu. Hati yang berniat keras untuk mengalahkan hawa nafsu pasti ditolong Allah. Ia akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan membangunkan hatinya lalu memberinya cahaya ilahi.

Dengan bantuan cahaya ilahi, hawa nafsu akan dikalahkan. Ketika nafsu telah kalah maka hatilah yang sekarang menguasai manusia. Ia menjadi ringan untuk melakukan ibadah. Ia menjadi senang membersihkan hati dari berbagai macam kotoran-kotoran hati. Ia menjadi gemar berdzikir dan bermunajat kepada Allah.

Ketika ia telah dekat dengan Allah maka Allah akan menjatuhkan ilmu ikhlas di dalam hatinya, sehingga ia mudah melaksanakan segala amal ibadah hanya untuk Allah. Ketika shalat berjama’ah ia tidak peduli apakah orang-orang akan memujinya atau tidak, ketika bersedekah ia juga tidak mengharapkan agar ia disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Ketka berhaji tidak terlintas di dalam benaknya agar ia dipanggil sebagai pak haji, dsb.

Ketika membaca do’a iftiah di dalam shalat, ia benar-benar merasakan maknanya,

إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Ia hanya berharap dan bergantung hanya kepada Allah. Ia hanya mencari penilaian dari Allah. Ia hanya bangga dilihat Allah dan tidak peduli pada selain Allah. Ia tidak pernah meminta hal-hal duniawi kepada Allah dengan amal ibadahnya, karena ia telah yakin dengan jaminan Allah.

Allah berfirman,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Huud: 6).

Ia yakin kepada Allah bahwa bagian rizkinya pasti akan datang padanya -baik ia beribadah atau tidak-. Oleh katena itu ia beribadah dan melakukan amal saleh hanya karena Allah. Allah adalah Tuhan yang memiliki perintah dan larangan, dan hamba harus menjalankan apa yang menjadi perintah Tuhan dan menjauhi semua larangan Tuhan.

Bahkan jika tidak ada surga dan neraka, orang yang si dalam hatinya telah tertanam rasa ikhlas akan tetap beramal karena rasa cinta kepada Allah. Allah telah memberikan kenikmatan kepada hambanya dengan kenikmatan yang tak terhingga.

Allah berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. (QS. An-Nahl: 18).

Apakah pantas seorang hamba melanggar perintah tuannya, Tuhan Yang Maha Baik?!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: