Berdzikir Mengantarkanmu Masuk Ke Dalam Hadhratillah

Berdzikir Mengantarkanmu Masuk Ke Dalam Hadhratillah. Berdzikir adalah menyebut-nyebut nama Allah dengan lisan. Orang yang berdzikir adalah tanda orang yang rindu kepada Allah, karena kebiasan manusia akan menyebut-nyebut apa yang sedang dirindukannya. Namun tidak semua orang yang menyebut-nyebut nama Allah itu sebab rindu. Sebagian orang melakukannya hanya sebatas menuruti perintah Allah SWT.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab: 41).

Melakukan perintah Allah dinamakan ibadah. Namun, tingkatan ibadah masing-masing orang berbeda-beda. Orang yang berdzikir karena ingin mencari pahala tidak sama dengan orang yang berdzikir kepada Allah karena rindu dan cinta.

Orang yang berdzikir dengan rasa cinta seperti orang yang sedang rindu kepada kekasihnya lalu menyebut-nyebut namanya. Sungguh berdzikir yang seperti ini lebih terasa maknanya dari pada dzikir yang dilakukan dengan tanpa rindu. Dan Allah Maha Mengetahui setiap ibadah yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya dan memberikan balasan yang berbeda sesuai dengan kualitas ibadah yang dilakukannya.

Karena kebanyakan manusia lebih condong kepada hawa nafsu, mereka akan mudah merindukan segala sesuatu yang dirindukan oleh hawa nafsu. Nafsu yang telah merindu kepada sesuatu yang disenanginya akan susah diajak untuk merindu kepada Allah. Oleh karena itu, orang yang telah bertaubat dan akan mendekat kepada Allah akan memaksa dirinya untuk menyebut-nyebut nama Allah.

Pada awalnya ia merasa berat melakukannya. Ia hanya menyebut-nyebut nama Allah dengan lisannya tanpa disertai rasa rindu. Dan setelah istiqamah berdzikir dalam waktu yang cukup lama, baru kemudian ia bisa merasakan ada sesuatu dibalik lafadz dzikir yang dibacanya.

Sedikit demi sedikit ia merasakan kerinduan kepada Dzat yang nama-Nya selalu ia sebut. Ia masih terus berdzikir dengan lisannya sampai Allah membuka hatinya.

Setelah hatinya terbuka, ia merasakan kerinduan yang dahsyat kepada Allah seperti rindunya seorang kekasih kepada kekasihnya yang berada di tempat yang jauh. Meskipun jauh, ia merasa begitu dekat dengannya. Bagaimana tidak! badannya, senyumnya, kebaikan, dan kenangan-kenangannya tergambar begitu jelas di benaknya.

Orang yang merindukan Allah juga merasakan hal yang sama, ia bisa merasakan kedekatan Allah, Kebaikan Allah, kebesaran Allah, dan semua sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya begitu tampak di sekelilingnya. Itulah buah dzikir lisan yang dilakukan terus-menerus. Sekarang ia dapat melakukan dzikir dengan hati, bahkan ia telah merasakan seoleh-oleh melihat Allah.

Ia telah menempati maqam ihsan, sebagaiman jawaban Nabi Muhammad SAW ketika ditanya oleh Malaikat Jibril, “apa itu ihsan?

الإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Ihsan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka Dia melihat engkau. (HR. Bukhari).

Orang yang telah menempati maqam ihsan berarti ia telah masuk ke dalam hadhratillah. Dan orang yang berada di dalam hadhratillah adalah orang-orang yang khusus yang hatinya telah dibersihkan Allah dari berbagai kotoran-kotoran hati.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dikhususkan Allah untuk masuk ke dalam hadhratillah. Amiin ya Rabbal Alamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: