Kyai Kholil Berteriak, ‘Macannya Datang, Macannya Datang!!’

Kyai Kholil Berteriak, ‘Macannya Datang, Macannya Datang!!’. Pada suatu hari setelah selesai pengajian, Kyai Kholil mengumumkan kepada para santri bahwa akan ada seekor macan yang datang. Oleh karena itu penjagaan pondok harus diperketat. Para santri pun percaya akan kata-kata Sang Guru. Lebih-lebih di sebelah timur Bangkalan memang terdapat hutan yang luas, sarang binatang-binatang buas.

Para santri berjaga-jaga setiap hari. Ketika malam hari penjagaan lebih diperketat. Mereka tampak begitu waspada. Beberapa hari telah berlalu namun macan yang ditunggu tak kunjung datang, hingga pada minggu ketiga datanglah seorang pemuda kurus dengan menenteng kopor besar.

Ketika Kyai Kholil membuka pintu rumahnya untuk melihat siapa yang mengucapkan salam, tiba-tiba Kyai Kholil berteriak, “macannya datang, macannya datang!!”. Para santri yang mendengar teriakan Kyai Kholil segera menuju rumah Kyai sambil membawa apa yang bisa dibawa. Ada yang membawa pacul, sabit, tongkat, pisau, dan panci.

Menyaksikan wajah para santri yang garang, pemuda yang baru datang itu merasa takut bercampur bingung, wajahnya pucat. Merasa dirinya terancam ia segera meninggalkan tempat itu. Keesokan harinya pemuda itu kembali datang, dan lagi-lagi Kyai Kholil berteriak, “macannya datang, macannya datang!!”. Para santri pun datang beramai-ramai, dan pemuda itu lari terbirit-birit.

Karena didorong keinginan yang kuat untuk berguru kepada Kyai Kholil, ia tetap memberanikan diri datang. Kali ini ia datang tengah malam. Ia menyelinap menuju surau. Mungkin karena kecapean ia tertidur di bawah kentongan.

Kyai Kholil yang mengetahui calon santrinya tertidur di bawah kentongan, segera beranjak untuk membangunkannya kemudian mengajaknya ke rumah. Setelah diterima sebagai santri Kyai Kholil, santri itu pun merasa begitu lega lalu menuju salah satu bilik pondok.

Pemuda itu, kelak setelah dewasa menjadi ulama besar yang disegani di seluruh Nusantara. Dialah KH. Wahab Chasbullah -salah satu pendiri organisasi terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama-. Dia adalah pahlawan kemerdekaan, ulama, politikus handal, singa podium, dan pembaharu Islam. Ia benar-benar menjadi macan, seperti yang diisyaratkan Kyai Kholil jauh sebelumnya. Subhanallah.

Berbagai sumber

Baca Juga : Sirah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam

Mata Kyai Kholil Bangkalan Menembus Ka’bah

Nama Kyai Kholil Menyelamatkan Calon Santri-Santrinya

Kyai Kholil Menolong Penumpang Kapal Yang Tertinggal

 

One thought on “Kyai Kholil Berteriak, ‘Macannya Datang, Macannya Datang!!’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: