Orang Yang Telah Mendapatkan Makrifat kepada Allah, Hendaknya Mengajarkan Ilmunya Kepada Orang Lain (Hikmah ke-tigapuluh)

Orang Yang Telah Mendapatkan Makrifat kepada Allah, Hendaknya Mengajarkan Ilmunya Kepada Orang Lain (Hikmah ke-tigapuluh)

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ الْوَاصِلُوْنَ إِلَيْهِ، و مَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ للسَّائِرِيْنَ إِلَيْهِ

Orang yang telah sampai kepada Allah dan telah mendapatkan anugerah ma’rifat, hendaknya membagikan ilmunya kepada orang lain. Sedangkan orang yang belum sampai kepada Allah hendaknya juga membagikan ilmunya sesuai dengan kadar ilmu yang telah ia peroleh

Orang yang telah mendapatkan ma’rifat, ilmu pengetahuan, cahaya dan rahasia -mereka adalah orang yang telah sampai kepada Allah-, hendaknya membagikan ilmunya kepada orang lain.

Begitupula dengan orang yang belum sampai kepada Allah agar membagikan ilmunya sesuai dengan kadar kemampuannya.

 

Pemilik Cahaya Berbeda Dengan Pencari Cahaya

(Hikmah Ke-tigapuluh satu)

اهْتَدَى الرَّاحِلُوْنَ إِلَيْهِ بِأَنْوَارِ التَّوَجُّهِ، وَالْوَاصِلُوْنَ لَهُمْ أَنْوَارُ الْمُوَاجَهَةِ، فَالْأَوَّلُوْنَ لِلْأَنْوَارِ وَ هَؤُلاَءِ الأَنْوَارُ لَهُمْ، لِأَنَّهُمْ لِلهِ لاَ لِشَيْءٍ دُوْنَهُ {قُلِ اللهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ}

Orang yang baru berjalan menuju Allah menggunakan petunjuk cahaya tawajuh (ibadah), sedangkan orang yang telah sampai kepada Allah memiliki cahaya muwajahah (cinta dan kedekatan Allah).

Kelompok yang pertama mencari cahaya, dan yang kedua telah memiliki cahaya, {katakanlah ‘Allah’, dan biarkan mereka bermain-main -dalam lupa kepada Allah-

Orang yang baru atau sedang berjalan menuju Allah menggunakan petunjuk anwarut tawajjuh, yaitu cahaya yang timbul akibat berbagai macam ibadah dan riyadloh (usaha) yang mereka tujukan kepada Allah.

Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Dan orang-orang yang berusaha untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. (QS. Al-Ankabut: 69).

Dan adapun orang yang telah sampai kepada Allah memiliki anwarul muwajahah, yaitu cahaya kedekatan dan cinta Allah

Orang yang baru berjalan adalah hamba cahaya, karena ia masih membutuhkannya untuk sampai pada tujuannya. Sedangkan orang yang telah sampai adalah pemiliki cahaya, karena mereka adalah milik Allah dan hidup mereka hanya untuk Allah.

Allah berfirman,

قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Katakanlah ‘Allah’, dan biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. (QS. Al- An’am: 91).

Makna lafadzقُلِ الله pada ayat di atas adalah berlarilah untuk menuju Allah dan janganlah engkau condong kepada cahaya dan selainnya, karena condong dan melihat pada sesuatu selain Allah adalah tindakan bermain-main dalam kesesatan.

Syekh Abdul Majid, Syarkhu kitabil hikam

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: