Mendahulukan Keinginan Allah Dari Pada keinginan Nafsu (Hikmah Ke-tigapuluh dua)

Mendahulukan Keinginan Allah Dari Pada keinginan Nafsu  (Hikmah Ke-tigapuluh dua)

تَشَوُّفُكَ إلَى مَا بَطَنَ فِيْكَ مِنَ الْعُيُوْبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ إِلَى مَا حُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوْبِ

Pencarianmu akan aib dan penyakit-penyakit hati di dalam dirimu, lebih baik dari pada keinginanmu untuk mengetahui hal-hal yang ghaib

Keinginanmu untuk dapat melihat dengan mata hatimu akan penyakit-penyakit hati -seperti sombong, dengki, ujub, riya’, suka kehormatan, jabatan, dll- sehingga timbul keinginanmu untuk mengobati penyakit hatimu itu dengan bimbingan guru mursyid, hal itu lebih baik dari pada keinginanmu untuk melihat hal-hal yang ghaib -seperti melihat rahasia alam, cahaya, atau karomah-.

Karena keinginan untuk melihat sesuatu yang ghaib adalah bagian dari perbuatan memperturutkan hawa nafsu.

Sesungguhnya nafsumu meminta karomah, sedangkan Tuhanmu memerintahkanmu untuk berlaku istiqomah. Dan menjalankan perintah Tuhan tentu saja lebih baik bagimu dari pada menuruti keinginan nafsumu. Sucikanlah hatimu segera sebelum celaka menghampirimu.

Syekh Abdul Majid As-Syarnubi Al-Azhari, Syarkhu kitabil hikam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: