Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah?

Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah? Al-Jama’ah adalah orang-orang yang berkumpul di atas kebenaran yang telah diajarkan oleh baginda nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya yang mulia. Nabi bersabda “bani israil akan terpecah menjadi 71 golongan, dan umatku juga akan terpecah menjadi 73. Semuanya berada di neraka kecuali satu golongan. Lalu nabi ditanya, “siapa golongan yang satu itu wahai nabi?”, nabi menjawab, “mereka adalah orang-orang yang mengikuti sunnahku dan sunah para sahabatku”. (al-mustadrak, Hakim)

Sahabat-sahabat nabi Muhammad SAW adalah jama’ah (perkumpulan) pertama yang dikumpulkan oleh nabi di bawah naungan agama Islam. Mereka semua berkumpul dibawah naungan nabi Muhammad dan al-Qur’an.

Nabi telah mengatakan bahwa para sahabat telah berkumpul dan berjama’ah dalam kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu tidak ada kebaikan kecuali dengan cara mengikuti jama’ah dan perkumpulan umat islam yang pertama, yaitu para sahabat rodliyallahu ‘anhum.

BAGAIMANA CARA KITA MENGETAHUI AL-JAMA’AH, APA TANDANYA?

Pada akhir masa khulafa’ur rosyidin mulai timbul tanda-tanda perpecahan diantara umat Islam, yang diawali dengan munculnya kelompok-kelompok Islam. Perpecahan ini lebih banyak disebabkan oleh faktor politik, seperti munculnya kelompok khowarij dan syiah, yang terjadi pada akhir masa kholifah Ali bin Abi Tholib.

Setelah itu muncul kelompok mu’tazilah, yang keyakinan dan pemikirannya banyak mempengaruhi para kholifah dinasti Abbasiyyah. Dan diceritakan bahwa pada masa ini ada seorang ulama besar yang bernama Imam Ahmad bin Hambal yang tetap mempertahankan dan mengikuti metode dan pemikiran nabi dan para sahabat meskipun menghadapi berbagai ancaman dan tekanan. Oleh karena itu beliau mendapat julukan, imam ahlussunnah wal jama’ah.

Disamping itu ada juga kelompok yang menamakan dirinya dengan karomiyyah. Mereka memiliki pendapat yang merusak aqidah Islam karena mereka menganggap bahwa Dzat Allah itu badan seperti badan makhluk, yang timbul sebagai akibat dari penafsiran ayat al-Qur’an dan al-Hadits secara dzohir.

Setiap kelompok Islam tidak dengan jelas mengatakan bahwa mereka berselisih paham dengan keyakinan nabi dan para sahabat. Tetapi sebaliknya setiap kelompok meyakini bahwa apa-apa yang mereka yakini itu adalah yang menjadi keyakinan nabi dan para sahabat. Oleh karena itu terjadi kebingungan bagi banyak orang mengenai siapakah mereka ahlussunnah wal jama’ah yang sebenarnya.

Satu tanda yang jelas untuk mengetahui al-jama’ah adalah berkumpul dan bersatunya kaum muslimin di bawah payung satu pemimpin yang memimpin seluruh negara Islam. Pada masa lalu kita tidak mengalami kesulitan untuk mengetahui siapakah itu al-jama’ah.

Namun dengan jatuhnya kholifah Utsmani dan ketiadaan seorang pemimpin yang memimpin seluruh wilayah Islam membuat kebingungan umat muslim.

Pada saat ini tidak ada petunjuk yang jelas yang menunjukkan kepada kita mengenai sipakah mereka ahlussunnh wal jama’ah kecuali satu hal, yaitu pemahaman mengenai al-katsroh (banyak) dan assawadul a’dzom (golongan yang terbesar yang dianut oleh kebanyakan kaum muslimin pada zaman dulu dan sekarang). Dan inilah jama’atul muslimin yang wajib dan harus kita ikuti.

Apabila ada orang yang bertanya kepada kita ‘mengapa engkau berfikir bahwa al-katsroh (golongan yang paling banyak) dari kaum muslimin adalah sebuah tanda dari al-jama’ah?’, maka kita akan menjawab bahwa ahlussunnah wal jama’ah adalah mereka yang bersatu dan berkumpul dibawah naungan nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Lalu setiap golongan menganggap bahwa merekalah yang mengikuti nabi dan para sahabat.

Al-jama’ah harus berkumpul, bersatu, dan taat kepada imam / kholifah yang memimpin seluruh negara Islam. Namun khilafah Islamiyyah telah hilang, dan saat ini kita hanya memiliki satu tanda yaitu al-katsroh (golongan yang paling banyak) di dalam umat Islam, karena al-katsroh sesuai dengan pemahaman al-jama’ah menurut bahasa.

Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan hal ini kepada kita. Beliau bersabda, laa yajmaullahu haadzihil ummah ‘ala adz-dzolaalati abadan (sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengumpulkan umat ini di bawah naungan kesesatan). Hadis nabi yang lain, “tangan Allah bersama dengan al-jamaa’ah, maka ikutilah golongan umat Islam yang terbesar. Barang siapa yang menyimpang dari golongan ini maka ia akan masuk ke neraka”. (HR. Hakim

Anas bin Malik rodliyallahu ‘anh berkata, aku mendengar Rasulallah SAW bersabda, “sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul dalam kesesatan. Apabila kalian melihat perbedaan dan perselesihan diantara kelompok-kelompok Islam, kalian harus berpegang teguh dan mengikuti as-sawaadul a’dzom (golongan terbesar)”. (HR. Ibnu Majah).

KESIMPULAN DARI MAKSUD AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Kami telah menjelaskan makna ahlussunnah wal jama’ah secara bahasa dan istilah. Secara bahasa ahlussunnah wal jama’ah berarti sekumpulan banyak orang yang berpegang pada cara yang baik. Sedangkan makna ahlussunnah wal jama’ah secara istilah adalah sekumpulan orang yang bersatu dan berkumpul yang mengikuti keyakinan dan metode yang dipakai oleh nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Adapun tanda dari golongan ahlussunnah wal jama’ah adalah mengikuti satu imam kholifah atau pemimpin yang mengatur seluruh wilayah dan negara Islam. Akan tetapi apabila imam dan pemimpin tidak ada, maka dengan melihat pada as-sawaadul a’dzom (golongan muslimin yang terbanyak) sebagaimana yang telah dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW.

Ibnu Subki telah mengatakan di dalam kitab syarkh aqidah Ibnu Hajib, “ketahuilah bahwa golongan ahlussunnah wal jama’ah telah berkeyakinan dan bersepakat mengenai perkara-perkara yang wajib, yang boleh, dan yang mustahil, meskipun mereka berbeda-beda di dalam metode dan prinsip-prinsip yang mengantarkan pada keyakinan itu.

Dan setelah dilakukan penelitian maka golongan ahlussunnah wal jama’ah dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu,

  1. Ahlul hadits (orang-orang yang sangat berpegang pada al-Qur’an dan al-Hadits). Karena dalil yang menjadi pegangan mereka adalah al-adillah as-sam’iyyah (al-Qur’an, al-Hadits, dan ijma’).
  1. Ahlun nadzor al-‘aqli (orang yang banyak menggunakan akal disamping al-Qur’an dan al-Hadits). Mereka adalah Asy’ariyyah, al-Hanafiyyah, dan al-Maturidiyyah. Adapun imam dari kelompok Asy’ariyyah adalah Abul Hasan al-Asy’ari, sedangkan imam dari al-Maturidiyah adalah Abu Mansur al-Maturidi. Pada prinsipnya mereka semua sejalan dengan kelompok yang pertama meskipun berbeda-beda dalam beberapa masalah.
  1. Ahlul wijdan wal kasyf (orang-orang yang diberi kemampuan oleh Allah untuk menangkap sesuatu dengan mata hatinya). Mereka dinamakan dengan as-Shufiyyah (orang-orang sufi). Pada awalnya mereka menggunakan metode kelompok yang pertama, lalu memakai metode kelompok yang kedua. Dan pada akhirnya mereka mendapatkan kasyf (ketersingkapan rahasia) dan ilham (ilmu ruhani) dari Allah SWT.

Imam Muhammad Ahmad as-Safarini al-Hambali mengatakan bahwa ahlussunnah wal jamaah itu terdiri dari 3 kelompok yaitu,

  1. al-Atsariyah, Imamnya adalah Ahmad bin Hambal rohimahullahu ta’ala
  1. al-Asy’ariyyah, Imamnya adalah Abul Hasan al-Asy’ari
  1. al-Maturidiyyah, Imamnya adalah Abu Mansur al-Maturudi. (lawami’ul anwar al-bahiyyah wa sawaati’ul asraar al-atsariyyah).

Meskipun Imam as-Safarini tidak mencantumkan as-Shufiyyah di dalam pembagian di atas, bukan berarti beliau tidak menganggap shufiyah sebagai bagian dari golongan ahlussunnah wal jama’ah. Hal ini karena shufiyyah bukanlah madzhab dalam bidang aqidah, karena shufiyyah adalah madzhab sulukiy (akhlak).

Shufiyyah tidak terlepas dari madzhab aqidah dalam menetapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan tauhid, karena shufiyyah mengikuti madzhab ahlussunnah wal jama’ah, baik itu madzhab ahlul hadits, al-Asya’iroh, atau al-Maturidiyah.

Manhaj (metode) yang paling benar dalam hal cara beriman kepada Allah dan sifat-sifat-Nya adalah manhaj ahlussunnah wal jama’ah. Golongan inilah yang benar-benar mengikuti manhaj para nabi dan sahabat yang mulia rodliyallahu ‘anhum.

Meskipun pada masa lalu para sahabat tidak pernah menjelaskan apa itu ahlussunnah wal jama’ah karena belum ada kebutuhan untuk menjelaskannya atau belum munculnya kelompok-kelompok yang menyimpang dari ajaran agama Islam yang lurus.

Selanjutnya kita akan membahas sikap dan pandangan golongan ahlussunnah wal jama’ah terhadap kelompok al-Mu’tazilah, al-Mujassimah, Ibnu Taimiyyah dan para pengikutnya.

Syekh Ali Jum’ah. Al-bayan lima yusyghilul adzhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: