Melakukan Dosa Syirik, Ini Ancamannya

Melakukan Dosa Syirik, Ini Ancamannya. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. (QS. An-Nisaa’: 48)

Hal itu karena jika Allah mengapuni dosa syirik maka akan banyak bermunculan sekutu-sekutu Allah dimuka bumi ini. Dan setiap orang akan memiliki sekutunya sendiri-sendiri. Apabila kondisinya seperti ini maka kehidupan akan hancur.

Sesungguhnya kepatuhan itu hanya kepada tuhan yang satu. Tidak ada penghambaan seseorang kepada orang lain. Dan ketika Allah mengatakan, ‘tiada tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya’ maka perkataan ini mungkin benar -dan jika telah benar maka masalah selesai-, tetapi jika tidak benar –na’uudzubillaahi min dzaalik– berarti ada tuhan lain selain Allah.

Dan tuhan selain Allah itu pasti telah mendengar firman Allah yang mengatakan, ‘tiada tuhan selain Aku’. Apakah lalu ia akan diam saja ketika mendengar firman itu atau ternyata ia tidak mendengar?!. Apabila ia tidak mendengar maka ia adalah tuhan yang lupa -apakah ada tuhan yang lupa-, dan apabila ia mendengar, mengapa ia tidak menolak firman itu dan mengatakan hal yang sama ‘tidak!, tiada tuhan selain aku!’. Kemudian setiap tuhan akan saling adu kekuatan dan kehebatan dimana semua itu tidak akan terjadi dan tidak mungkin terjadi.

Oleh karena itu ketika Allah mengatakan ‘Aku sendiri yang ada di alam ini, tiada sekutu bagi-Ku, dan tidak ada yang bisa melawan-ku’, maka firman Allah itu adalah benar dan tidak perlu ada perdebatan diantara kita.

Allah berfirman,

أَيُشْرِكُونَ مَا لا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. (QS. Al-A’raaf: 191).

Apakah mereka menyekutkan Allah dengan sesuau yang tidak bisa menciptakan apapun, padahal mereka sendiri adalah ciptaan Allah. Sifat Khalq (menciptakan) adalah tingkatan pertama dari beberapa tingkat dari sifat Qudrah (berkuasa). Jika berhala-berhala itu tidak bisa menciptakan apapun bagaimana mungkin mereka akan disembah?!, bahkan berhala-berhala itu justru diciptakan oleh para penyembahnya.

Syirik adalah kezaliman yang paling besar, karena zalim adalah merampas sesuatu dari orang yang memiliki hak atas sesuatu itu, lalu memberikannya kepada yang lain. Dan perbuatan zalim yang paling besar adalah menyematkan sifat-sifat ketuhanan kepada selain Allah, dan itulah yang dinamakan syirik.

Allah berfirman,

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (QS. Luqmaan: 13).

Syirik berarti engkau menyembah kepada sesuatu yang tidak bisa menciptakan dan memberi rezeki. Dan sesuatu yang tidak bisa memberi rezeki itu menjadi sekutu bagi Zat yang bisa menciptakan dan memberi rezeki. Bagaimana mungkin engkau menjadikan sesuatu yang tidak bisa menciptakan dan memberi rezeki itu sebagai tuhan yang pantas disembah?!.

Dan akibat dari perbuatan zalim seseorang itu akan kembali kepada dirinya dan tidak kepada Allah, karena tidak ada dan tidak akan ada manusia yang bisa menzalimi Allah Swt.

Terkadang syirik dapat berupa riya (pamer), sum’ah (ingin di dengar manusia), atau mengharapkan imbalan dari manusia. Ada sebagian orang yang seringkali menjadikan manusia sebagai sekutu Allah di dalam urusan ibadah.

Mereka mengerjakan shalat dengan riya, menunaikan ibadah haji dengan riya, begitu pula dengan ibadah-ibadahnya yang lain. Bahkan ada yang menjadikan seluruh kehidupannya, perbuatan, dan perkataannya kepada selain pemberi kehidupan (Allah Swt.).

Oleh karena itu kalian harus selalu ingat bahwa Allah tidak memiliki sekutu.

Allah berfirman,

لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah). (QS. Al-An’aam: 163).

Perintah untuk tidak berbuat syirik adalah perintah dari Allah kepada rasul-Nya. Dan setiap perintah untuk rasul adalah perintah untuk semua umatnya, karena pada hakekatnya semua perintah yang datang dari tuhan itu bertujuan untuk kebaikan dan kemanfaatan umat manusia.

Allah berfirman,

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٦١) قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢) لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah! sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah Termasuk orang-orang musyrik. Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam.

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah). (QS. Al-An’aam [6]: 161-163).

Allah berfirman di dalam hadis qudsi,

أَنَا خَيْرُ شَرِيْكٍ، فَمَنْ أشْرَكَ مَعِى شَرِيْكًا فَهُوَ لِشَرِيْكِى، يَأيّهَا النَّاس أَخْلِصُوْا أَعْمَالَكُم لِله عَزَّ وَجَلّ، فَإِنَّ اللهَ لاَ يقْبَل إلاَّ مَا أَخْلَصَ لَه، وَلاَ تَقُوْلُوْا هَذَا لِله وَلِلرَّحْم، فَإِنَّهَا لِلرَّحْم ولَيْسَ لِله مِنْهَا شيءٌ، وَلاَ تَقُوْلُوْا: هَذَا لِلهِ ولِوُجُوْهِكُم، فَإِنَّهَا لِوُجُوْهِكُم، وليْسَ لِله مِنْهَا شئٌ.

Aku adalah rekan persekutuan yang baik. Barangsiapa yang melakukan sesuatu untuk-Ku dan untuk sekutu-Ku maka itu untuk sekutu-Ku. Wahai manusia!, ikhlaskanlah semua amal perbuatan kalian hanya untuk Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya Allah tidak menerima amal ibadah kecuali yang diniatkan hanya karena Allah.

Janganlah engkau mengatakan bahwa ini untuk Al, lah dan untuk keluargaku, maka itu untuk keluargamu saja dan tidak untuk-Ku. Dan janganlah kalian mengatakan bahwa ini untuk Allah dan untuk kalian, karena itu untuk kalian dan tidak untuk Allah. (HR. Daruquthni).

Syekh Mutawalli As-Sya’rawi, Ahaadits Qudsiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: