Banyaknya Keburukan Di Alam Dunia, Itu Memang Sifatnya (Hikmah ke-duapuluh empat)

لاَ تَسْتَغْرِبْ وُقُوْعَ الْأَكْدَارِ مَادُمْتَ فِى هَذِهِ الدَّارِ، فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إلاَّ مَا هُوَ مُسْتَحِقٌّ وَصْفِهَا وَوَاجِبٌ نَعْتِهَا

Janganlah engkau merasa heran dengan adanya keburukan selama engkau berada di alam dunia, karena itu adalah sifat asli dunia.

Janganlah engkau menganggap asing sebuah keburukan, selama engkau masih berada di alam dunia. Karena buruk adalah sifat asli dunia. Sehingga wajar apabila dunia ini penuh dengan keburukan-keburukan.

 

Mintalah Karena Menjalankan Perintah Allah, Bukan Menuruti Hawa Nafsu

(Hikmah ke-duapuluh lima)

مَا تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ، وَلاَ تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ

Tiada kata sulit jika engkau meminta dengan Allah. Dan tiada kata mudah jika engkau meminta sesuatu kepada Allah dengan diri / nafsumu.

Tidak sulit dalam semua permintaanmu -baik itu permintaan dunia atau akhirat-, apabila engkau bersandar kepada Allah. Apabila engkau bersandar kepada Allah dan permintaanmu terkabul, maka sesungguhnya engkau telah berpegang pada sebab yang paling kuat dan pasti engkau akan mendapatkan fadhilah (limpahan kemuliaan) dari Allah, tanpa merasakan lelah dan capek. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi.

Akan tetapi, apabila engkau meminta sesuatu kepada Allah dengan bersandar pada usaha dan kekuatanmu, hal itu akan membuatmu susah. Engkau tidak akan mendapatkan tujuanmu, dan pasti Allah amat murka.

Syekh Abdul Majid, syarhu kitaabil hikam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: