Apakah Islam Disebarkan Dengan Pedang?

Apakah Islam Disebarkan Dengan Pedang?. Allah berfirman, “Aku tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (QS. Al-Anbiya’: 107).

Firman Allah ini tidak hanya berlaku pada tempat, waktu, dan untuk generasi tertentu. Ia berlaku di setiap tempat, masa, dan untuk setiap generasi, agar semua manusia mengerti dan menyadari akan kebesaran kenabian Muhammad SAW.

Sesungguhnya nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam. Dan kerahmatan Muhammad ini tercermin dari sikap dan prilakunya terhadap alam dan sesama manusia.

Jihad di dalam Islam berarti peperangan yang bertujuan untuk kesucian, kebersihan, dan kemuliaan. Makna jihad sebenarnya telah jelas, namun orang-orang yang dangkal pemahamannya terhadap ilmu agama Islam mengatakan bahwa agama Islam disebarkan dengan pedang. Mereka mengatakan bahwa Islam mengajarkan peperangan dan kekejaman. Sesungguhnya apa yang mereka tuduhkan itu tidaklah benar.

Islam bukan agama yang mengajarkan keburukan. Kitab suci umat islam al-Qur’an dan al-Hadits telah memerintahkan para pemeluknya untuk berbuat adil, tidak berlebihan, tidak mencampur adukan masalah, mencari yang hakiki, dan tidak berbohong kepada orang lain.

Allah berfirman, “wahai ahli kitab, mengapa engkau mencampur adukkan antara perkara yang baik dengan perkara yang buruk. Dan engkau menutupi kebaikan, sedangkan engkau mengetahui”. (QS. Ali Imran: 71).

Seorang ahli sejarah barat Tomas Kerlil mengatakan dalam bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab al- abthol wa ‘ibadatul buthulah, sesungguhnya menuduh Muhammad dengan mengatakan bahwa ia menyebarkan Islam dengan pedang adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, sementara mereka yang didakwahi itu dengan lapang dada dan senang hati mengimani, taat, dan percaya kepada Muhammad. Ketaaatan mereka kepada nabi adalah satu bukti bahwa Islam disebarkan dengan kasih sayang dan cinta, bukan dengan pedang dan kekejaman’.

Di dalam buku khadhorotul ghorb seorang ahli sejarah Prancis -Ghustaf lubn- mengatakan bahwa agama-agama tidak disebarkan dengan kekuatan dan kekejaman. Sesungguhnya al-Qur’an tidak disebarkan dengan pedang. Akan tetapi al-Qur’an disebarkan ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah secara lembut dan sayang.

Nabi Muhammad SAW tinggal di Mekkah selama 10 tahun. Selama kurun waktu itu beliau berdakwah dan mengajarkan agama Islam dengan metode hikmah dan nasehat yang baik dan lemah lembut. Dan hasilnya adalah banyak orang yang tertarik pada nabi dan akhirnya memeluk Islam.

Kebanyakan mereka yang masuk Islam adalah golongan orang-orang yang fakir. Nabi Muhammad SAW tidak memiliki harta kekayaan dan kekuatan yang dapat menarik apalagi memaksa orang-orang masuk ke dalam agama Islam. Yang dilakukan nabi hanya sebatas berdakwah dan berdakwah.

Orang-orang yang baru masuk Islam, banyak yang menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari kafir Quraisy. Mereka dipukul, dicambuk, dilempari batu, disiksa, dan bahkan ada beberapa yang dibunuh. Perjuangan mereka dalam mempertahankan agama Islam pada masa-masa awal sangat memprihatinkan.

Sehingga tidak benar apa yang dikatakan oleh orang-orang yang berpendapat bahwa nabi Muhammad memaksa orang-orang untuk masuk kedalam agama Islam, apalagi dengan pedang, terorisme dan kekejaman.

Peperangan dan jihad dalam agama Islam adalah peperangan yang paling bersih dan suci. Hal itu dapat kita lihat dari beberapa faktor diantaranya,

Tujuan perang dalam agama Islam adalah,

  • Melawan musuh dan mempertahankan diri
  • Mengamankan kegiatan dakwah dan memberikan kesempatan dan perlindungan kepada orang-orang fakir yang lemah yang memiliki keinginan untuk masuk agama Islam.
  • Merebut kembali hak-hak yang dirampas.
  • Memenangkan keadilan dan kejujuran.

Syarat-syarat jihad di dalam Islam

  • Jelas dalam hal perantara, sarana, dan tujuan.
  • Tidak berperang kecuali dengan orang-orang yang mengangkat senjata.
  • Apabila peperangan telah usai maka tidak ada lagi permusuhan kecuali kepada orang-orang yang berbuat dzolim.
  • Menjaga tawanan perang dan memperlakukan mereka dengan perlakuan yang baik layaknya manusia.
  • Menjaga lingkungan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits nabi yang melarang membunuh binatang, membakar tanaman, merusaka pertanian, mencemari air, merusak lingkungan, dan menghancurkan rumah.
  • Menjaga kebebasan beragama dengan para pendeta dan rahib-rahib, dan tidak pernah menyerang mereka.

Efek positif dari adanya jihad

  • Melatih kaum muslimin dalam hal penyelamatan terhadap kaum lemah.
  • Menghilangkan penyakit-penyakit jahat yang bercokol di dalam hati-hati manusia yang menyebabkan munculnya tindakan kejahatan dan perusakan.
  • Mewujudkan keadilan dan kemerdekaan kepada semua manusia, apapun itu agama dan keyakinannya.
  • Mendahulukan kemaslahatan umum dari pada kemaslahatan pribadi
  • Mencurahkan segenap kekuatan untuk melindungi rakyat kecil dan orang-orang yang tertindas.

Peperangan nabi dan ekspansi Islam

  • Jumlah peperangan yang diikuti nabi sekitar 80 kali. Sedangkan peperangan yang dilakukan dengan adanya pertemuan 2 pasukan yang saling berhadapan di medan peperangan hanya terjadi sebanyak 7 kali.
  • Orang-orang yang pertama kai ikut berperang adalah dari kabilah Nadhor -yang mana mereka adalah keturunan anak-anak paman nabi Muhammad SAW-.
  • Jumlah seluruh korban peperangan dari kaum muslimin sebanyak 139. Dan yang berasal dari pihak musyrikin sebanyak 112. Jadi jumlahnya hanya ada 251 korban.
  • Setelah serangkaian peperangan dan jihad telah berakhir, sudah tidak ada lagi peperangan. Kemudian Islam akan tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan cara hijrah, yaitu kepindahan orang-orang Islam ke wilayah dan daerah lain.

Data-data tentang penyebaran agama Islam di luar Jazirah Arab adalah sebagai berikut.

  • Pada tahun 100 H penyebaran Islam di Iran mencapai 5%, di Irak sebanyak 3%, di Suriah sebanyak 2%, di Mesir sebanyak 2 %, dan di Andalus sebanyak 1%.
  • Adapun tahun-tahun yang jumlah perkembangan Islam mencapai 25% dari penduduknya diantaranya Iran pada tahun 185 H, Irak pada tahun 280 H, Suriah pada tahun 330 H, Mesir pada tahun 330 H, dan Andalus pada tahun 355 H.
  • Adapun tahun-tahun yang penyebaran Islam di negara itu mencapai 75% dari penduduknya adalah Iran pada tahun 280H, Irak pada tahun 320 H, Suriah pada tahun 385, Mesir pada tahun 385H, dan Andalus pada tahun 400 H.

Keistimewaan penyebaran agama Islam diantaranya:

  • Menggauli setiap manusia dengan pergaulan yang bagus.
  • Agama Islam tetap mempertahankan kemajemukan agama. Semua agama baik yahudi, nasrani, majusi, dan lain lain dilindungi oleh Islam.
  • Menetapkan kebebasan berfikir. Tidak ada undang-undang yang menetapkan untuk menghukum orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dengan pemikiran Islam.
  • Makkah al-Mukarromah menjadi pusat dakwah Islam dan menjadi negara yang fakir, sampai pada akhirnya mereka menemukan tambang minyak yang menjadikannya negara yang kaya raya sampai saat ini.

Sampai detik ini Islam masih mempertahankan keistimewaan-keistimewaan itu. Islam menolak adanya penjajahan, penindasan, tindakan diktator kepada rakyat, pengusiran kepada rakyat yang memiliki ras yang berbeda, dan segala bentuk kekejaman dan kedzoliman.

Dari penjelasan di atas, sekarang kita telah mengetahui bagaimana sucinya peperangan di dalam Islam. Inilah hakekat penyebaran Islam dan jihad yang benar di dalam agama Islam. Wallahu a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: