Tahukan Anda, Bagimana Islam Membahas Poligami?

Sesungguhnya agama Islam datang untuk membatasi jumlah istri yang boleh dinikahi. Islam tidak membawa ajaran poligami sebagaimana yang banyak dipikirkan oleh kebanyakan orang. Diriwayatkan dari Salim, dari ayahnya, ia berkata bahwa Ghilan bin Salman ats-Staqafi masuk Islam, sedangkan ia memiliki 10 istri. Kemudian nabi Muhammad SAW berkata padanya, “pilihlah 4 saja dari merekaa”.

Dari hadits ini kita dapat memahami bahwa agama Islam datang untuk membatasi jumlah wanita yang boleh dinikahi. Sama sekali tidak ada anjuran dari Rasulullah SAW untuk menikah lagi bagi laki-laki yang sudah beristri. Oleh karena itu poligami bukanlah perintah murni di dalam syariat Islam, akan tetapi pelaksanaannya harus ada sebab-sebab, syarat-syarat, dan kemaslahatan umum yang melatarbelakanginya.

Tidak ada satu ayatpun di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan poligami yang tidak dibarengi dengan sebab-sebab yang melatarbelakanginya.

Allah SWT berfirman,

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisa’: 3)

Seseorang yang telah membaca tafsir dari ayat di atas tentu akan mengatakan bahwa kebolehan berpoligami harus disertai adanya hal lain, yaitu adanya faktor perempuan yatim atau faktor duda. Namun kebanyakan orang hanya mencomot ayat, فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ (maka nikahilah wanita yang baik 2, 3, atau 4), tanpa menyebutkan ayat sebelumnya,وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى (jika engkau khawatir karena tidak mampu berlaku adil kepada perempuan-perempuan yatim), dan tidak menyebutkan ayat berikutnya, فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً (maka apabila engkau takut tidak mampu berlaku adil maka satu saja).

Barangsiapa yang memahami Al-Qur’an dengan benar, maka ia tidak akan menjumpai satu ayat pun yang menganjurkan untuk melakukan poligami tanpa disertai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dan siapa yang membaca hadits nabi, maka ia akan menemukan hadits yang melarang seseorang untuk menikah lebih dari 4 wanita. Sangat jauh berbeda antara ‘perintah untuk berpoligami’ dengan ‘larangan menikah dengan lebih dari 4 wanita’. Pahamilah!.

Sebelum Islam datang, budaya poligami telah menyebar luas diantara bangsa-bangsa Arab. Sejarah mencatat bahwa raja-raja membangun istana-istana yang megah yang mampu menampung ribuan orang, termasuk istri-istri dan dayang-dayangnya. lalu agama Islam datang untuk mencegah laki-laki beristri banyak. Namun, Islam memberikan kelonggaran untuk dapat memiliki istri paling banyak 4 orang dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.

Allah berfirman,

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ

Engkau tidak akan mampu berlaku adil kepada istri-istrimu, meskipun engkau ingin sekali berbuat demikian. (QS. An-Nisa’: 129).

Seorang laki-laki mungkin bisa berlaku adil dalam hal memberikan nafkah, tempat tinggal, pakaian, dan lain-lain. Namun hati dan perasaan tidak akan mungkin bisa.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘ya Allah, ini adalah bagianku sesuai dengan kapasitasku. Janganlah Engkau mencelaku atas sesuatu hal yang ada di luar kapasitasku.

Maksud hadits ini adalah mengenai hati / perasaan (HR Imam Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah). Para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa maksud hadits nabi diatas adalah dalam hal cinta dan jima’ (bersetubuh).

Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyuruh sahabatnya yang telah menikah untuk menikah lagi. Akan tetapi hadits nabi justru berkata sebaliknya, bahwa barang siapa yang telah menikah dengan banyak wanita, maka pilihlah 4 saja dari mereka.

Dari keterangan singkat di atas, maka jelaslah permasalahan ini. Sesungguhnya agama Islam sangat memuliakan umat Islam untuk dapat memiliki istri lebih dari satu -dengan syarat-syarat yang telah ditentukan-. Mari kita memohon kepada Allah SWT agar membuka hati kita, sehingga kita bisa menangkap ajaran-ajaran Allah yang mulia. Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayaan Lima Yusyhilul Adzhaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: