Meneruskan Perjuangan Sang Wali Allah, KH. Abdurrahman Wahid

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang dirindukan oleh umat Islam di seluruh pelosok Nusantara, terlebih setelah wafatnya. Sosok yang dianggap sebagai Wali Allah oleh sebagian besar orang. Kedermawanan, kerendahan hati, kecerdasan, kealiman, kesalehan, gemar membantu kaum yang lemah, kasih sayang kepada sesama, kebiasannya berdzikir dan berziarah ke makam-makam ulama, dll mencerminkan budi luhur panutannya, baginda Rasulullah SAW. Sehingga patut apabila Gus Dur dikatakan sebagai kekasih Allah SWT.

Bambang -asiten Gus Dur- berkata, “saya percaya beliau itu wali. Beliau tidak seperti lazimnya manusia biasa. Ketokohannya luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak sipil rakyat. Saya menganggap bahwa beliau wali dalam konteks zaman kekinian”.

Wali Allah mendapatkan tugas dari Allah untuk menjaga kondisi bumi agar tetap aman dan damai. Yang menjadi misinya adalah menciptakan ketentraman, cinta kasih, dan kesejahteraan bagi umat manusia, tanpa pandang bulu. Wali Allah senantiasa bersungguh-sungguh dalam menjalankan fungsinya sebagai pemakmur bumi,

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. (QS. Hud: 61)

Sehingga dengan keberadaannya, banyak manusia yang merasa tertolong, ternaungi, tercerahkan, dan tersenyum. Ia benar-benar pewaris nabi yang benar-benar mirip dengan sang nabi, pembawa cahaya dan kelembutan bagi hati-hati yang gelap dan kasar.

Tetapi sang wali begitu cepat meninggalkan kita untuk menghadap Sang Khaliq, setelah seminggu sebelumnya ia bermimpi bertemu dengan sang kakek KH. Hasyim Asy’ari seraya menyuruhnya untuk pulang kembali ke Jombang. Beliau juga bermimpi, KH. Hasyim Asy’ari memberinya sebuah sapu, kemudian menyuruhnya untuk membersihkan lantai yang kotor.

Hal ini dipahami, bahwa beliau diberi tugas untuk membersihkan bangsa Indonesia yang masih kotor. Kotor kebodohan, kotor kelemahan, kotor kecurangan, kotor ketidakadilan, kotor kemiskinan, dan terutama kotor akhlak. Semoga kita semua dapat meneruskan perjuangan beliau. Amiin.

Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: