Cahaya dan Rahasia Hanya Ujian, Teruslah Berjalan (hikmah ke-duapuluh)

مَا أَرَدَتْ هِمَّةُ سَالِكٍ أَنْ تَقِفَ عِنْدَمَا كُشِفَ لَهَا إِلاَّ وَنَادَتْهُ هَوَاتِفُ الْحَقِيْقَةِ الَّذِى تَطْلُبُ أَمَامَكَ، وَلاَ تَبَرَّجَتْ لَهُ ظَوَاهِرُ الْمُكَوَّنَاتِ إِلاَّوَنَادَتْهُ حَقَائِقُهَا، إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ

Ketika seorang murid ingin berhenti dari ‘perjalanannya menuju Allah’ karena tersingkapnya cahaya dan rahasia, maka akan ada suara yang memanggilnya, ‘hakikat itu ada di depanmu’.

Ketika ia melihat keindahan cahaya dan rahasia alam, maka suara hakikat akan berkata, ‘aku ini ujian / cobaan, maka janganlah engkau tergoda dan menjadi kufur’.

Ketika seorang murid berkeinginan untuk berhenti dari melanjutkan perjalanannya menuju Allah, karena telah tersingkap baginya cahaya dan rahasia, dan ia beranggapan bahwa ia telah sampai kepada Allah, maka suara hakikat akan berseru, “jangan berhenti!”.

Dan cahaya dan rahasia yang menawan hati itu akan berkata, “sesungguhnya aku ini ujian, janganlah engkau terperdaya denganku. Jika engkau terperdaya, engkau akan terhijab denganku dari mendapatkan ma’rifat kepada Allah”.

Janganlah keindahan dunia sampai membutakan matamu dari menggapai akhirat. Sesungguhnya menyibukkan diri dengan sesuatu selain Allah adalah kerugian. Sebaliknya, menyibukkan diri dengan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah karamah (kemuliaan) dari Allah SWT. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan ma’rifat kepada Allah dan berpeganglah pada adab yang bagus.

Syekh Abdul Majid, syarhu kitabil hikam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: