Berdoa Karena Ibadah, Bukan Karena Menuntut (hikmah ke-duapuluh satu)

طَلَبُكَ مِنْهُ إِتِّهَامٌ لَهُ، وَطَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ مِنْكَ عَنْهُ، وَطَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلِّةِ حَيَائِكَ مِنْهُ، وَطَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُوْدِ بُعْدِكَ عَنْهُ

Permintaanmu (akan kepentingan-kepentinganmu) kepada Allah adalah tuduhanmu kepada-Nya. Dan permintaanmu agar engkau dekat dengan-Nya adalah hilangnya dirimu dari pandangan-Nya. Dan permintaanmu akan kedudukan dunia maupun akhirat adalah ketiadaan malumu kepada-Nya. Dan permintaanmu kepada selain-Nya adalah jauhnya engkau dari-Nya.

Permintaan akan kebutuhan-kebutuhanmu kepada Allah, dengan meyakini bahwa jika tidak dengan meminta maka Allah tidak akan memberi, adalah bentuk tuduhan dan kedustaan kepada Allah SWT.

Sesungguhnya Allah telah memenuhi segala kebutuhan dan memberikan semua kemanfaatan padamu tanpa harus engkau minta. Adapun berdoa dan meminta karena tujuan ibadah, termasuk perbuatan melaksanakan perintah Allah,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Ghafir: 60).

Dan ayat ini tentu tidak bertentangan dengan hikmah di atas. Karena pada hakikatnya, ada permintaan yang diperintahkan dan ada pemintaan yang dilarang.

Adapun permintaanmu kepada Allah agar Dia memberimu wushul (sampai ke hadirat Allah), dan agar menjadikanmu dekat dengan-Nya -dengan perantara amalmu- adalah tanda bahwa engkau belum mendapatkan Allah, karena orang yang berada di hadapan Allah tidak akan meminta kedekatan kepada-Nya. Sesungguhnya Allah lebih dekat kepadamu dari pada urat lehermu.

Adapun permintaanmu kepada Allah dalam hal urusan-urusan duniawi atau derajat-derajat di akhirat adalah tanda sedikitnya rasa malumu kepada Allah, karena jika engkau memiliki rasa malu, engkau tidak akan mendahulukan sesuatu selain Allah dari pada Allah. Dan permintaanmu kepada selain Allah adalah tanda jauhnya engkau dari-Nya. Karena jika Allah itu dekat -bagimu-, maka selain Allah itu jauh.

Sesungguhnya ke-empat permintaan di atas adalah cacat bagimu -baik itu berhubungan dengan Allah atau makhluk-, kecuali apabila permintaan dan doamu itu dilakukan dengan niat ibadah, bersopan santun, menjalankan perintah Allah, atau menampakkan kelemahan dan kefakiranmu di hadapan Allah SWT.

Abdul Majid Asy-Syarnubi, syarhu kitabil hikam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: