Rahasia Penciptaan Allah pada Anjing

Anjing adalah binatang yang berkaki empat dan berbulu. Kata anjing di dalam al-Qur’an ada di dalam surah al-kahfi ayat 18. Yaitu bercerita tentang sekelompok pemuda yang menghindar dari penguasa masanya yang hendak menodai akidah mereka sehingga mereka mengungsi ke gua dan ditidurkan Allah selama tiga ratus tahun lebih lalu dibangunkan lagi. Di sana dinyatakan bahwa ketika itu anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya dimuka pintu gua.

Allah berfirman: Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur, Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka” (QS. Al-Kahfi ayat 18).

Ayat diatas melukiskan bagaimana kesetiaan anjing menjaga tuan-tuannya dan tidak meninggalkannya sampai mati bersamanya. Gua itu telah ditemukan di Amman, Yordania pada tahun 1963 M yang lalu.

Anjing memiliki banyak keistimewaan. Pendengaran dan penciumannya lebih tajam daripada manusia. Hidung anjing memiliki dua ratus reseptor bau. Hidung manusia hanya memiliki lima juta. Kelembapan pada hidungnya membantu melarutkan pertikel-partikel bau. Dalam moncongnya, ada daerah berlipat-lipat yang luas guna menangkap bau dan meneruskan informasi itu ke otaknya. Dahulu orang Romawi tidak mengubur mayat, sebelum dihadirkan anjing untuk mencium aromanya, karena anjing dapat membedakan aroma orang hidup, walau berpura-pura mati.

Anjing dapat dididik dengan baik, al-Qur’an pun mengakuinya. Ia dapat dididik antara lain untuk berburu (QS. Al-Maidah ayat 4). Binatang ini sangat setia kepada pemeliharanya. Jika ia dihardik atau dipukul, ia akan datang dan jika dipanggil dia akan kembali. Apabila tuannya bergurau dengannya, ia akan menggigitnya tetapi secara lembut, padahal taringnya dapat merobek sesuatu, walau sekeras batu. Anjing adalah binatang yang sangat awas, walau saat ia sedang mengantuk. Tidurnya pun tidak nyenyak dan jika tidur ia tidak menutup kedua matanya.

Anjing selalu menjulurkan lidahnya. Ia demikian karena anjing tidak memiliki kelenjar keringat yang cukup dan yang berguna untuk mengatur suhu badannya. Untuk mengatur suhu badan, ia selalu menjulurkan lidah. Sebab, dengan menjulurkan lidah dengan membuka mulut, anjing dapat bernafas lebih banyak dari biasanya.

Dalam pandangan Islam, jilatan anjing termasuk najis. Bekas jilatannya harus dicuci tujuh kali dan salah satu diantaranya dengan tanah. Imam Syafi’I dan Hambali menilai anjing itu najis, dan Imam Abu Hanifah hanya menilai bekas jilatannya yang najis, sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa sebenarnya anjing tidak najis. Kendati para ulama berbeda pendapat tentang itu, tetapi semua memenuhi perintah Nabi SAW untuk mencuci bekas jilatannya sebanyak tujuh kali. Salah satunya dengan tanah. ‘Ini adalah perintah ta’abbudi yang harus dilaksanakan’ kata Imam Malik. Wallahu A’lam.

Dirangkum dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: