Abuya Begitu Istimewa Di Mata Allah Dan Rasulullah

Wafatnya Abuya menorehkan kesedihan di hati-hati umat Islam seluruh penjuru dunia, terutama keluarga dan santri-santrinya. Akan tetapi kesedihan yang sebentar itu segera berganti dengan kebahagiaan tiada tara. Bagaimana bisa?, ini kisahnya.

Beberapa hari setelah wafatnya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, seorang habib yang berasal dari Hadhramaut, Yaman yang tinggal di Madinah Al-Munawarah -Habib Umar Al-Jailani- dijumpai Rasulullah SAW di dalam mimpinya. Rasulullah menyuruh Al-Habib Umar untuk pergi ke Mekkah mengabarkan bisyarah (berita gembira) kepada keluarga dan santri-santri Abuya.

Karena Al-Habib Umar memiliki kegiatan yang padat dan tidak bisa ditinggalkan, maka ia menunda keberangkatannya ke Mekkah. Tidak lama kemudian Rasulullah datang untuk kedua kalinya dalam mimpi Al-Habib Umar. Namun beliau tidak juga segera berangkat ke Mekkah. Mungkin ia memahami bahwa perintah Rasulullah itu tidak harus segera dikerjakan, tapi boleh ditunda untuk beberapa hari.

Rasulullah pun datang untuk ketiga kalinya. Dengan nada agak marah, Rasulullah memerintahkan Al-Habib Umar untuk segera pergi ke kediaman Abuya. Keesokan harinya Al-Habib Umar segera berangkat menuju Mekkah. Setelah sampai di pondok Ar-Rushaifah beliau segera menjumpai keluarga Abuya, lalu melanjutkan bertemu dengan para santri.

Di depan semua santri yang telah berkumpul, Al-Habib Umar menceritakan semuanya. Bahwa di dalam mimpinya ia dijumpai Rasulullah SAW sampai tiga kali agar ia segera menjumpai para sanri dan muhibbin Abuya. Di dalam mimpinya, Rasulullah memberikan bisyarah dengan mengatakan bahwa semua keluarga, semua santri, dan semua muhibbin Abuya telah diampuni oleh Allah SWT.

Mendengar hal itu para santri pun berteriak gembira bercampur rasa haru. Bahkan sebagian besar mereka sampai meneteskan air mata. Sungguh kebahagian yang besar dan anugerah yang agung. Wahai Abuya, sunggub engkau begitu istimewa di mata Allah dan Rasulullah. Kami ingin berkumpul denganmu di surga.

Musthofa Husain Al-Jufri, Al-injaz fi karamati fakhril hijaz

Baca Juga : Rasulullah Tertawa Bersama Sayidah A’isyah Setelah Berlomba Lari

Rasulullah Mengajarkan Istrinya, Dzikir Yang Mudah

Perkataan Abuya Tentang Al-Habib Hasan Baharun Benar Terjadi

Buku Wirid Abuya Menyembuhkan Penyakit Struk

Makrifat Adalah Anugerah Yang Agung, Jangan Bandingkan Dengan Amal Ibadah (Hikmah kedelapan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: