Segala Sesuatu Bertasbih Kepada Allah

Allah befirman,

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. (QS. Al-Isra’: 44).

Malaikat, batu, angin, binatang, tumbuh-tumbuhan, air, api, langit, gunung, bintang, dan semua alam semesta bertasbih menyucikan Dzat Allah SWT, termasuk badan kita. Mata, hidung, telinga, kaki, tangan dan semua organ tubuh kita bertasbih mengagungkan Allah SWT.

Oleh karena itu manusia berada dalam lingkaran tasbih. Apabila alam semesta ini ibarat tasbih, maka makhluk-makhluk yang ada di dalamnya ibarat butiran-butiran yang saling menyambung membentuk lingkaran tasbih. Hati manusia yang betasbih menjadi satu butir tasbih diantara semua butir-butir itu, sehingga tasbih akan utuh sempurna.

Akan tetapi apabila hati manusia tidak berdzikir, maka ia tidak menjadi bagian dari lingkaran tasbih itu. Semua alam beribadah memuji Allah, tetapi ia mengucilkan dirinya menjadi orang asing. Ia sepi sendiri dalam lupa kepada Allah. Dan tentu Allah tidak memperhatikan orang ini.

Hati manusia yang berdzikir akan menambah semarak bacaan-bacaan dzikir yang menghiasi semesta. Tentu masing-masing memiliki ungkapan-ungkapan tersendiri ketika memuji Allah. Diantaranya ada yang mengucapkan,

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Ada juga yang mengucapkannya,

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لِله وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَاللهُ أَكْبَر

Ada juga yang mengucapkannya,

سُبُّوْحٌ قُدُّوْس رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلاَ ئِكَةِ وَالرُّوْح

Dan masih banyak lagi, setiap malaikat, rasul, sahabat, ulama, batu, tanah, air, angin, api, dll memiliki tasbih sendiri-sendiri. Mereka memiliki ungkapan yang berbeda-beda ketika mengekspresikan keagungan dan kebesaran Allah SWT.

Meskipun mereka tahu bahwa ungkapan-ungkapan mereka tidak mungkin mencapai hakikat keagungan Allah yang sebenarnya. Allah Maha Terpuji sebagaimna Allah memuji dirinya sendiri.

Alam semesta memuji Allah dengan Qahhar (paksaan Allah), tetapi manusia diberi pilihan oleh Allah. Apakah ia memilih memuji atau tidak. Apabila ia memilih memuji Allah, maka Allah juga akan memujinya.

Oleh karena itu, Allah memuji perbuatan orang-orang yang akan masuk surga, bahwa mereka bisa masuk surga karena amal perbuatannya -meski pada hakikatnya karena rahmat Allah-.

Allah berfirman,

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An-Nahl: 32).

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mau bertasbih kepada Allah SWT.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: