Dunia Atau Akhirat, Mana Yang Lebih Penting? (Hikmah ke-delapanbelas)

إِحَالَتُكَ الْأَعْمَالَ عَلَى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ

Keinginanmu untuk beribadah, setelah memiliki waktu luang adalah bujukan hawa nafsu.

Keinginanmu wahai murid, untuk melakukan amal saleh setelah adanya waktu luang dari sibuknya urusan duniawi termasuk bagian dari memperturutkan hawa nafsu. Hal ini berarti ia telah mengedepankan urusan duniawi dari pada urusan akhirat -padahal urusan dunia tidak akan pernah habis-.

Para ahli hikmah berkata, “waktu bagaikan pedang, jika engkau tidak dapat mematahkannya, maka ia akan mematahkanmu”. Di dalam hadits dikatakan, “tidak ada ‘hari baru’ melainkan ia akan berseru, ‘wahai manusia, aku adalah makhluk yang baru, dan aku menjadi saksi atas amalmu. Gunakanlah aku, karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat”.

Syekh Abdul Majid, syarh kitabil hikam

One thought on “Dunia Atau Akhirat, Mana Yang Lebih Penting? (Hikmah ke-delapanbelas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: