Cinta Harus Karena Allah, Jika Tidak Maka Sia-Sia

Cinta adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya. Dengan cinta, sesama manusia akan saling mangasihi dan menyayangi. Cinta adalah energi yang akan menggerakkan seseorang unuk berbuat baik, seperti ibu yang cinta kepada anaknya hingga mengorbankan apa saja demi cintanya kepada sang anak. Tanpa cinta, seorang ibu tidak akan mau bersusah payah mengandung anaknya, menyusuinya, menggendongnya, dan merawatnya hingga dewasa.

Cinta seorang anak kepada ibunya akan menggerakkannya untuk senantiasa menemaninya di kala sakit, menghibur hatinya di kala bersedih, memberikan hadiah demi melihatnya tersenyum, dan memberangkatkannya naik haji dengan uang keringatnya sendiri.

Cinta pemimpin kepada rakyatnya akan menggerakkannya untuk senantiasa menyediakan berbagai sarana yang akan memudahkan hidup mereka, menyejahterakannya, dan melindunginya dari segala hal yang mengganggu kedamaian mereka. Dan cinta rakyat kepada pemimpinnya akan menggerakkan lidahnya untuk berdoa bagi kebaikannya siang dan malam, mentaati segala aturannya, dan mendukung segala program yang dilakukannya.

Sungguh cinta bisa mengubah hal yang dirasa pait menjadi manis. Seorang kekasih akan melakukan apapun yang disuruh kekasihnya meskipun sebenarnya sangat berat untuk dilakukan. Meski terlihat berat ia merasakannya ringan karena ia melakukannya karena cinta.

Namun ternyata cinta juga bisa menyesatkan, seorang kekasih akan rela melakukan hal-hal yang dilarang Allah atas dasar cinta. Cinta kepada pemimpin yang buruk akan merelakan dirinya untuk melakukan hal-hal yang buruk pula. Cinta kepada sahabat yang berakhlak buruk akan mengikuti kebiasaan buruk sahabatnya atas dasar persahabatan.

Cinta bukanlah cinta apabila tidak didasari cinta karena Allah. Cinta ibu kepada anaknya tanpa dasar cinta kepada Allah hanyalah cinta seseorang kepada salah satu perhiasan dunia yang akan melupakannya dari mengingat Allah.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Munafiqun: 9)

Cinta akan menjadi iman yang manis apabila didasarkan kepada Allah SWT. Di dalam hadits Rasulullah SAW dikatakan bahwa salah satu diantara tiga hal yang apabila dimiliki oleh seseorang maka ia akan mendapatkan masinya iman, yaitu tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah. (HR. Bukhari)

Oleh karena itu Apabila kita mencitai maka cintailah karena Allah, karena semua cinta yang bukan karena Allah tidak dianggap ibadah, bahkan bisa menjadi maksiat yang akan menjauhkannya dari Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mencinta segala sesuatu karena Allah, Amiin Yaa Rabbal Aalamiin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: