Siapakah Orang Yang Bodoh? (hikmah ke-tujuhbelas)

مَا تَرَكَ مِنَ الْجَهْلِ شَيْأً مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحْدِثَ فِى الْوَقْتِ غَيْرمَا أَظْهَرَهُ اللهُ فِيْهِ

Adalah suatu kebodohan menginginkan kondisi yang tidak dikehendaki Allah swt

Termasuk bagian dari adab yang baik bagi seorang murid adalah ia harus ridha dengan kondisi dan keadaan hidup yang telah ditentukan Allah . Para ‘arifin berkata, “selama 40 tahun aku tidak pernah membenci kondisi yang telah ditetapkan Allah kepadaku. Aku juga tidak pernah marah apabila Allah memindahkanku dari suatu kondisi kepada kondisi yang lain”.

Apabila ada seorang murid yang membenci kondisi yang ditetapkan Allah kepadanya, kemudian ia ingin memaksakan diri untuk berpindah dari suatu kondisi kepada kondisi yang lain, ketahuilah bahwa ia adalah orang bodoh yang tidak bisa beradab yang baik kepada Allah SWT.

Abdul Majid As-Syarnubi Al-Azhari, syarhu kitaabil hikam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: