Bagaimana Memahami Aqidah Yang Benar?

Umat Islam ketika memahami masalah aqidah, mereka terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Qadariyah, Jabariyah, dan Ahlussunnah. Setiap kelompok memiliki pemahaman masing-masing tentang masalah akidah ini.

Kelompok Qadariyah memahami bahwa yang menentukan apakah manusia selamat atau tidak, masuk neraka atau surga, atau ia menjadi mukmin ataukah kafir adalah manusia itu sendiri. Jadi, seolah-olah mereka meniadakan kehendak dan takdir Allah SWT. Sehingga apabila mereka mendapatkan kebaikan -masuk surga misalnya- maka mereka akan mengatakan bahwa hal itu karena semata-mata amal ibadahnya.

Ketahuilah, bahwa pemahaman mereka tidak benar,

Allah berfirman,

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An-Nahl: 93)

Dari ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Allahlah yang memberikan hidayah dan yang menyesatkan. Dialah Dzat yang memiliki sifat Al-Hadi (Maha Memberi Petunjuk) dan Adh-dhar (Maha Penyengsara). Siapa yang dimudahkan Allah untuk berbuat baik, maka ia telah mendapatkan petunjuk, sebaliknya yang dimudahkan untuk berbuat keburukan, maka ia telah disesatkan Allah.

Adapun kelompok yang ke-dua adalah Jabariyah. Mereka memahami bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Manusia tidak memiliki kehendak sama sekali. Sehingga ketika mereka berbuat keburukan mereka akan mengatakan bahwa semua ini berasal dari Allah, aku hanya objek yang digerakkan.

Dalil mereka adalah firman Allah,

وَمَا تَشَاءُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS. At-Takwiir: 29).

Juga firman Allah,

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى

Bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Qs. Al-Anfal: 17).

Ketahuilah, bahwa pendapat mereka -yang sama sekali menghilangkan kehendak dan ikhtiar manusia- itu tidak tepat, karena Allah juga menyuruh manusia untuk berusaha menjadi baik dan beramal saleh, dan bukan hanya pasrah begitu saja.

Allah berfirman,

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. (QS. Al-Hajj: 78)

Firman Allah,

وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. (QS. At-Taubah: 41).

Firman Allah,

وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS. Al-Hajj: 77).

Dari ayat-ayat di atas kita mengetahui bahwa Allah menyuruh manusia utnuk melakukan kebaikan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak menghilangkan keinginan dan pilihan manusia.

Allah berfirman,

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ

Allah tidak akan menyiksa kalian, jika kalian bersyukur dan beriman. (QS. An-Nisaa’: 147

Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah memberikan pilihan bagi manusia apakah ia akan menjadi hamba yang bersyukur dan beriman atau sebaliknya. Jika ia memilih beriman dan bersyukur maka ia tidak akan disiksa, tetapi jika ia kafir maka Allah tentu akan menyiksanya.

Adapun kelompok yang ketiga adalah Ahlussunnah, mereka yang memiliki pemahaman yang benar. Mereka mengatakan bahwa manusia tetap memiliki hak untuk berkeinginan, memilih, dan berusaha, dan hasilnya hanya di tangan Allah SWT.

Setiap orang ingin pandai, tetapi tidak semua orang pandai. Setiap orang ingin kaya, tetapi tidak semua orang kaya. Semua orang ingin sehat, tetapi tidak semua sehat. Setiap orang ingin masuk surga, tetapi tidak semua orang masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda,

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ..الحديث

Amalan tidak bisa memasukkan pelakunya kedalam surga. (HR. Bukhari, Muslim)

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa segala perbuatan baik tidak menjamin seseorang mendapatkan surga-Nya, kecuali jika Allah telah menurunkan Rahmat-Nya. Manusia wajib berusaha, dan Allah yang menentukan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang memahami akidah dengan benar, Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

Baca Juga : Berkumpul Dengan Pewaris Rasulullah

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: