Kalam Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani IV

  1. Aku akan memberikan sesuatu kepada orang yang menengadahkan tangannya kepadaku dengan pemberian yang sedikit. Tetapi aku akan memberikan sesuatu kepada orang yang menjaga dirinya dari meminta-minta, dengan pemberian yang cukup dan memuaskan.
  1. Orang yang menengadahkan tangannya kepadaku janganlah menggerutu jika aku memberinya sedikit saja.
  1. Tidak termasuk adil jika suatu pemberian disamaratakan, sementara mereka memiliki kebutuhan yang berbeda.
  1. Sifat zuhud bukan terletak pada pakaian dan penampilan, tetapi terletak di sini (hati).
  1. Kehidupan yang indah adalah jika kita bisa membantu seseorang dalam beribadah dan melakukan ketaatan.
  1. Bagiku, santri yang senang berkhidmat lebih baik dari pada santri yang rajin belajar.
  1. Dengan izin Allah, makanan syubhat tidak pernah masuk ke dalam perutku, apalagi makanan yang haram.
  1. Perutku tidak mau menerima kecuali air zamzam.
  1. Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan cara banyak belajar, barakahnya diraih dengan cara berkhidmat, dan manfaatnya diperolah dengan adanya rerstu dari guru.
  1. Jiwaku tergadai untuk senantiasa mencintai dan memuja Rasulullah Saw.
  1. Selama aku hidup, aku baktikan diriku untuk menolong dan membela akidah Ahlussunnah wal Jamaa’ah.
  1. Orang yang tidak bisa memanfaatkan kemuliaan waktu dan tempat, sungguh ia akan merugi.
  1. Orang bodoh adalah orang yang tidak bisa mengambil manfaat dari berkahnya momen yanng baik.
  1. Masyarakat jawa / bangsa indonesia adalah bangsa yang berakhlak baik dan pemurah.
  1. Masyarakat Mekah berhutang budi kepada masarakat jawa / bangsa indonesia.
  1. Menjadi seorang guru bukan dengan warisan, tetapi dengan belajar dan menuntut ilmu.
  1. Putra seorang guru tetap dianggap guru dalam hal penghormatan, tetapi bukan dalam urusan ilmu atau ke-guru-an, kecuali jika ia mengikuti jejak ayahnya. Jika tidak, maka ia tidak pantas dihormati.
  1. Aku berusaha untuk tetap menyambung tali persaudaraan dengan orang-orang yang memutuskanku, meskipun ia lebih kecil dan lebih muda dariku.
  1. Setelah guruku wafat, aku tetap berusaha menyambung tali silaturahim dengan putra-putra beliau.
  1. Orang yang berburuk sangka, sunguh ia telah salah, salah dan salah meskipun kenyataannya benar. Sedangkan orang yang berbaik sangka, sungguh ia benar benar dan benar, meskipun kenyataannya salah.
  1. Berkahnya ilmu terletak pada kebersamaan.
  1. Aku merasa susah dan gelisah ketika aku tidak mengajar. Sebaliknya, aku merasa bahagia dan damai pada saat aku mengajar.
  1. Menghormati guru adalah bagian dari menghormati ilmu.
  1. Tujuan utama orang-orang di zaman sekarang hanyalah popularitas dan kemasyhuran, padahal mereka tidak memiliki ilmu dan amal.
  1. Alhamdulillah, aku tidak pernah manaruh rasa dengki kepada seorangpun

Nubdzah min aqwaali wa hikami Al-Waalid Al-Habiib Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani radhiyallaahu ‘anh

Baca Juga : Tukang Sihir Tidak Mampu Menaklukan As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki 

Karomah Kyai Kholil Bangkalan Madura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: