Ilmu Yang Bermanfaat, Ilmu Agama atau Umum?

Orang yang berilmu akan mengetahui banyak hal, sehingga ia akan bermanfaat bagi banyak orang. Yang paling bermanfaat adalah manusia yang terbaik.

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yanng paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Orang yang bermanfaat bagi sesamanya pasti akan mendapatkan kedudukan tinggi di mata manusia, begitu juga dalam pandangan Allah,

Allah berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah: 11).

Semua ilmu -baik ilmu umum maupun ilmu agama- tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ilmu umum menjadi petunjuk manusia bagi kehidupan mereka di dunia, sedangkan ilmu agama menjadi petunjuk jalan menuju kehidupan yang kekal abadi.

Setiap orang harus membekali dirinya dengan kedua ilmu tersebut agar kehidupannya menjadi seimbang. Keduanya bagaikan dua sayap yang akan menerbangkannya menuju angkasa. Dengan keduanya seseorang akan menembus cakrawala, pandangannya jauh melambung tinggi.

Namun sangat disayangkan, dunia yang semakin modern membuat banyak orang tidak lagi tertarik dengan ilmu agama. Sebaliknya, ilmu umum semakin hari semakin maju dan berkembang. Mereka harus disadarkan bahwa ilmu umum meskipun itu bermanfaat, ia hanya bermanfaat bagi kehidupan dunianya, sehingga ia tidak akan memperoleh manfaat apapun di akhirat.

Tidak ada artinya seorang ahli teknologi yang menggunakan ilmunya untuk menciptakan perang saudara dan menghancurkan dunia. Tidak ada artinya ilmu kedokteran yang membantu seseorang untuk melakukan bunuh diri dengan cara mudah. Tidak ada manfaatnya ahli kimia yang mengunakan bahan temuannya untuk membunuh suatu bangsa.

Tidak ada manfatnya seorang yang ahli bidang internet mencuri dokumen-dokumen rahasia orang lain. Tiada manfaatnya ahli tulis yang menulis hal-hal yang akan menimbulkan fitnah. Tidak ada manfaatnya seorang ahli pidato yang lihai menggerakkan masa untuk melakukan keburukan-keburukan.

Sungguh ilmu umum harus diimbangi dengan ilmu agama. Dengan ilmu agama seseorang akan tahu bagaimana menggunakan ilmu umumnya dengan baik. Ia tidak akan mengunakan ilmunya untuk tujuan-tujuan kejahatan, tetapi ia akan menggunakan ilmunya untuk kemanfaatan umat manusia sebagai sarana untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Sama halnya ilmu umum, ilmu agama yang sejatinya membawa manusia menuju Allah tekadang juga disalahgunakan untuk tujuan lain. Seseorang tega menjual ilmu akhirat demi mendapatkan dunia yang tidak seberapa. Ilmu agama yang seperti ini tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa pelakunya mendekat kepada Allah SWT- baik ilmu agama maupun ilmu umum-. Sebaliknya, ilmu yang tidak mendekatkan pelakunya kepada Allah tidak disebut ilmu yang bermanfaat -meskipun itu bermanfaat secara duniawi-.

Semoga kita termasuk orang-orang yang menggunakan ilmunya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, Amiin Yaa Rabbal Aalamiin.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: