Apakah Diri Kita Temasuk Orang Pandai?

Dunia ini diciptakan Allah dengan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada laki-laki ada perempuan, ada kaya ada miskin, ada bagus ada buruk, ada baik ada jahat, ada kuat ada lemah, ada tinggi ada rendah, ada surga ada neraka, ada taat ada maksiat, ada muslim ada kafir, ada nikmat ada adzab, juga ada pandai dan ada bodoh.

Ada manusia yang pandai, juga ada manusia yang bodoh. Manusia yang pandai adalah adalah manusia yangn mampu menggunakan segala kesempatan dan peluang untuk kenikmatan dan keberhasilan hidupnya. Orang yang berkuasa adalah orang yang pandai dalam mendapatkan kekuasaan. Orang yang memiliki jabatan tinggi adalah orang yang pandai meraih jabatan.

Orang yang memilki banyak karya dalam hidupnya adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu. Orang yang berilmu adalah orang yang pandai bagaimana cara menyerap ilmu. Orang yang kaya adalah orang yang pandai dalam mengumpulkan harta benda. Orang terhormat adalah orang yang pandai menjaga kehormatan dirinya dan menutupi aib dan kekurangannya.

Itulah orang-orang yang pandai. Apabila mereka tidak pandai, maka sulit untuk meraih apa yang dicita-citakan. Namun, tahukah anda siapa mereka orang-orang yang benar-benar pandai?, mereka adalah orang yang benar-benar memiliki harapan dan cita-cita yang paling tinggi. Apa itu harapan dan cita-cita yang paling tinggi?, bertemu dengan Allah SWT.

Orang yang harapannya Allah dan surga-Nya akan memanfaatkan segala apa yang dimilikinya demi Allah. Seluruh hidupnya hanya untuk Allah. Kekayaannya ia gunakan untuk membantu orang yang membutuhkan, ilmunya untuk menghapus kebodohan orang lain, tenaganya untuk memakmurkan bumi. Jabatannya untuk menciptakan kebijakan yang memberikan manfaat bagi kaum lemah, Dsb.

Dan orang yang paling pandai adalah ia yang mampu memanfaatkan setiap nafas yang ia hirup dan ia keluarkan sebagai sarana untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Ia selalu berusaha menjaga agar setiap nafas yang ia hirup tidak kosong dari ibadah dan ketaatan kepada Allah. Setiap detik, menit, jam, dan harinya hanya diisi dengan kebaikan dan ketaatan.

Rasulullah SAW bersabda,

اْلكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللهِ

orang yang pandai adalah orang yang mampu menahan hawa nafsunya dan fokus beramal untuk masa setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang senantiasa menuruti hawa nafsunya, lalu berangan-angan rahmat dari Allah”. (HR. Ahmad, Tirmidzi).

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: