Makna Dzikir Laa Ilaa Ha Illallah

Termasuk dzikir yang paling utama adalah mengucapkan laa ilaa ha illallah,

Rasulullah SAW bersabda,

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلهِ

Utama-utamanya bacaan dzikir adalah ‘laa ila ha illallah’, dan utama-utamanya doa adalah ucapan ‘alhamdulillah’. (HR Tirmidzi).

Laa ilaa ha illallah berarti ‘tiada tuhan selain Allah’. Allah adalah tuhan, selain Allah adalah makhluk. Allah adalah yang disembah, selain Allah tidak boleh disembah. Allah adalah satu-satunya tempat bergantung, selain Allah tidak boleh dijadikan tempat bergatung.

Allah adalah satu-satunya tempat memohon pertolongan, selain Allah bukan tempat memohon pertolongan. Hanya Allah yang ditakuti, selain Allah tidak boleh ditakuti. Allah yang hanya diharapkan, selain Allah tidak boleh diharapkan. Allah yang menjadi tujuan, selain Allah tidak boleh menjadi tujuan.

Orang yang benar-benar berdzikir Laa ila ha illallah akan terus mengalami peningkatan maqam. Pada mulanya ia hanya mengatakan, ‘tiada tuhan selain Allah’, tetapi karena ia masih memiliki tujuan selain Allah, maka kemudian ia mengatakan ‘Laa maqshuuda illallah’ (tiada tujuan kecuali hanya Allah).

Ia terus mewiridkan ‘Laa maqshuuda illallah’, setelah beberapa lama lalu ia merasakan bahwa meskipun tujuannya hanya Allah, ia masih mencintai selain Allah. Maka kemudian ia mengatakan, ‘Laa mahbuuba illallah’ (tiada yang dicintai kecuali hanya Allah)

Ia terus mewiridkan ‘Laa mahbuuba illallah’, dan setelah beberapa lama ia merasakan bahwa meskipun ia tidak memiliki tujuan dan cinta kecuali kepada Allah, ia masih merasakan peran dan kekuatan selain Allah. Oleh karena itu ia akan mengatakan ‘Laa maujuuda illallah’ (tiada yang wujud kecuali Allah). Ketika seseorang telah berdzikir ‘Laa maujuda illallah’, maka ia akan merasakan keberadaan Allah setiap saat. Ia akan merasa dekat dengan Allah

Bagaimana tidak, pandangannya adalah pandangan kepada Sang Pencipta, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Apapun yang ada dan terjadi di alam semesta ini tidak disebabkan kecuali oleh perbuatan dan perwujudan dari sifat-sifat Allah SWT.

Apabila kita belum mampu merasakannya, maka kita harus terus membiasakan diri melanggengkan dzikir Laa ilaa ha illallah. Karena dzikir, meski hanya dengan lisan pahalanya sangatlah agung, apalagi jika dilakukan dengan hati.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mewiridkan dzikir Laa ilaa ha illallah, agar akhir hidup kita ditutup dengan Laa ilaa ha illallah.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Barangsiapa yang akhir hidupnya ia mengucapkan ‘Laa ilaa ha illallah’, ia wajib mendapatkan surga. (HR. Ahmad, Abu Dawud).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: