Sanad Adalah Bagian Dari Agama, Apa Maksudnya?

Ungkapan, ‘al-isnaadu minad diin (sanad adalah bagian dari agama) bukanlah hadits nabi, bahkan ia tidak termasuk kedalam kategori hadits dza’if. Akan tetapi ini adalah ungkapan yang disandarkan pada Abdullah bin Mubarok rodliyallahu’anh. Beliau berkata, “sanad adalah bagian dari agama, jika tidak ada sanad maka setiap orang akan berkata sesuai kehendak nafsunya”.

Maksudnya bahwa sanad (ketersambungan informasi yang bisa dipercaya) adalah metode yang dipakai oleh para ulama dalam mengajarkan ajaran agama Islam, sehingga agama ini tidak tercampur dengan khurafat (penyimpangan).

Sanad berfungsi untuk menunjukkan arti kejujuran dan kepercayaan. Dan kepercayaan dan keyakinan pada sumber-sumber terpercaya adalah bagian dari keistimewaan umat ini. Oleh karena itu dapat kita saksikan bahwa umat Muhammad sangat percaya dan beriman kepada kitab Tuhannya. Umat ini sangat mempercayai kebenaran perpindahan kitab Al-Qur’an dari satu generasi kepada generasi selanjutnya secara detail dan rinci.

Umat Islam sangat menjaga dan memperhatikan ketepatan tajwid dan makhaarijul huruf (panjang dan pendek atau tipis dan tebalnya bacaan suatu huruf). Dan inilah satu hal yang membuat kagum orang-orang non muslim seraya berkata, ‘bagaimana mungkin Al-Qur’an bisa terjaga sampai detik ini?’. Subhaanallah!.

Dalam ilmu hadits, peranan sanad sangatlah penting. Sanad adalah salah satu alat yang digunakan oleh Allah untuk menjaga hadits dari kebohongan dan kepalsuan. Sanad adalah ukuran utama yang dipakai oleh para ahli hadits untuk menentukan apakan hadits ini tarmasuk kedalam kategori sahih, hasan, atau dza’if.

Namun, dewasa ini sanad telah beralih fungsi. Karena saat ini periwayatan hadits telah berakhir, sanad tidak lagi dijaga dan dihafal, tetapi ia lebih berfungsi untuk mengambil keberkahan dan mengetahui sejarah.

Inilah penjelasan singkat mengenai makna perkataan Ibnu Mubarok, ‘al-isnaadu minad diin. Semoga kita termasuk orang-orang yang mempelajari ilmu-ilmu agama Islam melalui sanad-sanad yang terpercaya yang bersambung kepada para ulama salafus shalih, bahkan sampai kepada Rasulullah SAW. Amiin Ya Rabbal Aalamiin

Syekh Ali Jum’ah. Al-Bayaan Lima Yusyghilul Adzhaan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: