Berkumpul Dengan Pewaris Rasulullah

Salah satu hal yang membentuk karakter seseorang adalah lingkungan. Lingkungan yang baik akan berdampak pada kebaikan orang yang tinggal di lingkungan itu. Karena kuatnya pengaruh orang-orang baik di tempat itu, setiap ada orang kurang baik yang datang kemungkinan besar akan menjadi baik.

Apabila kita merasa kurang baik dan ingin menjadi baik, maka kita harus pergi mencari lingkungan yang baik. Namun apabila hal itu tidak memungkinkan, kita harus sering-sering menyempatkan waktu untuk berkunjung kepada orang-orang baik.

Orang baik adalah orang-orang yang dihiasai dengan akhlak yang baik, dan diantara orang-orang itu adalah para ulama. Para ulama adalah orang yang telah dipersiapkan untuk menyebarkan kebaikan bagi banyak orang. Sejak kecil ia telah dididik ilmu-ilmu sedemikian rupa, hingga dengan ilmu itu Allah mengangkat derajatnya menjadi kekasih-Nya. Oleh karena itu pantas apabila dikatakan bahwa mereka adalah pewaris para rasul.

Allah menyuruh kita untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik,

Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (QS Al-Ahzab: 21).

Rasulullah SAW telah tiada, namun beliau meninggalkan warisan yang sangat berharga untuk umatnya, yaitu para ulama. Dengan ulama kita bisa mengetahui cara melaksanakan shalat. Dengan ulama kita bisa mengetahui cara membaca Al-Qur’an dengan baik. Dengan ulama kita bisa mengetahui bagaimana cara mengerjakan puasa, zakat, dan haji dengan benar.

Dengan ulama kita bisa mengetahui mana yang halal dan yang haram. Dengan ulama kita dididik untuk berjalan menuju Allah. Dengan ulama kita akan diajari bagaimana cara membeningkan kalbu. Dengan ulama kita bisa mengetahui bagaimana tata cara berhubungan antar sesama juga alam sekitar. Sungguh mereka laksana matahari yang terus bersinar untuk menerangi kegelapan.

Semakin seseorang dekat dengan ulama, maka ia semakin mendapatkan banyak cahaya, sehingga ia akan memiliki banyak peluang untuk terhindar dari kegelapan. Bahkan, apabila Allah telah melimpahkan karunia-Nya, barakah ilmu sang ulama akan tersalur pada dirinya, sehingga ia juga dapat menularkan cahayanya bagi banyak orang.

Sungguh, duduk bersama dengan ulama itu seakan-akan duduk bersama Rasulullah SAW,

Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa yang mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku. Barangsiapa berjabat tangan dengan orang alim, maka ia seperti berjabat tangan denganku. Barangsiapa yang duduk bersama dengan orang alim, maka ia seperti duduk bersamaku. Dan barangsiapa yang duduk bersamaku ketika di dunia, maka aku akan mendudukkannya pada hari kiamat bersamaku”. (kitab lubabul hadist).

Semoga kita termasuk orang-orang yang didekatkan Allah dengan para ulama, Amiin Ya Rabbal Aalamiin

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: