Waktu Kita Hanya Ada Empat, Apa Saja?

Ketika kita meninggalkan shalat atau puasa kita bisa mengqadhanya di waktu yang lain. Akan tetapi hak-hak waktu, kita tidak bisa mengqadhanya. Waktu manusia pada hakikatnya terbagi menjadi empat yaitu; waktu ketika taat, waktu ketika bermaksiat, waktu ketika mendapatkan nikmat, dan waktu ketika mendapatkan musibah.

Allah memiliki hak atas kita pada masing-masing waktu itu. Ketika kita sedang melakukan ketaatan dan kebaikan, maka hak Allah atas kita adalah, kita dituntut untuk menyadari bahwa ketaatan yang telah dilakukan itu semata-semata karena taufik (pertolongan) dan hidayah (petunjuk) dari Allah. Tanpa itu semua manusia tidak akan bisa melakukan ketaatan.

Ketika seseorang telah merasakan bahwa ketaatan yang ia lakukan semata-mata dari Allah, maka ia tidak mungkin berbangga diri dengan ibadahnya. Ia tidak mungkin menyombongkan diri dengan puasanya, sedekahnya, hajinya, dll. Karena semuanya hakikatnya berasal dari Allah, jika bukan karena Allah semuanya tidak akan terlaksana.

Oleh karena itu, ketika ia melihat orang yang belum melakukan kebaikan sebagaimana yang telah ia lakukan, ia tidak merendahkannya, tetapi justru ia kasihan lalu mendoakan agar Allah juga memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada orang itu.

Waktu yang kedua adalah saat ia bermaksiat. Manusia bukanlah Malaikat, terkadang ia tergelincir dalam perbuatan maksiat. Ketika ia tergelincir ia harus segera bangun, ia harus segera bertaubat dengan cara menyesali perbuatannya, memperbanyak istighfar, merasa takut kepada Allah agar tidak lagi digelincirkan dalam kesalahan yang sama, dan selalu memohon perlindungan kepada Allah.

Terkadang sesorang tidak sadar berkata bohong, maka ia harus cepat-cepat beristighfar. Manusia seringkali membicarakan kejelekan temannya sendiri, maka ia harus cepat-cepat beristighfar. Kadang ia dikuasai emosi yang meluap-luap hingga bersuara keras, marah-marah, dan mengeluarkan kata-kata kotor, maka ia harus cepat-cepat beristighfar.

Allah menyuruh kita agar selalu bertaubat kepada-Nya.

Allah berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS.An-Nuur: 31).

Sesugguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan akan mengampuni mereka.

Rasulullah SAW bersabda, “orang yang bertaubat dari dosa-dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa. Orang-orang yang bertaubat adalah kekasih-kekasih Allah”.

Sebaliknya, Dia tidak menyukai orang-orang yang tidak mau bertaubat.

Allah berfirman,

وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujarat: 11).

Waktu yang ketiga adalah saat ia mendapatkan kenikatan. Hak Allah atas kita pada saat itu adalah kita diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah.

Allah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibraahim: 7).

Dan waktu yang keempat adalah saat kita diuji oleh Allah denga suatu musibah, maka hak Allah atas kita adalah kita diperintahkan untuk bersabar. Bersabar adalah menahan mulut dan anggota badan dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah, meskipun hatinya terasa tertekan.

Dan ada yang lebih baik dari pada sabar yaitu ridha. Ridha adalah hatinya menerima dengan senang hati dan lapang dada atas segala ketetapan Allah, karena ia telah mencintai Allah. Karena ia telah mencintai Allah, maka segala apa pun yang dilakukan oleh Allah kepadanya ia suka.

Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan mengujinya dengan musibah, jika ia bersabar maka Dia akan memilihnya, dan jika ia ridha maka Dia akan memuliakannya”.

Semoga kita termasuk orang-orang ang memperhatikan hak-hak Allah atas waktu-waktu kita. Amiin Ya Rabbal Aalamiin

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> blogger menyukai ini: